Normalisasi Jaringan Irigasi di Pasuruan Baru Rampung di 40 Titik

BANGIL – Pemkab Pasuruan tahun ini menargetkan melakukan normalisasi di 70 titik jaringan irigasi. Namun, hingga pertengahan tahun ini, baru 40 titik jaringan irigasi yang rampung dikeruk.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, ada sejumlah faktor yang sedikit menghambat normalisasi 70 titik jaringan irigasi itu.

Selain menunggu giliran dikeruk, juga dipengaruhi sulitnya medan dalam proses normalisasi itu. “Dari 70 jaringan irigasi yang kami rencanakan, belum semuanya tuntas. Karena masih dalam proses,” kata Hanung.

Ia menyampaikan, kegiatan normalisasi itu tersebar di sejumlah wilayah. Mulai Bangil, Rembang, dan sejumlah titik lainnya.

Beberapa hal menjadi kendala dalam proses normalisasi. Selain alat berat yang kerap rusak, dipengaruhi pula oleh medan. “Selain menunggu giliran, juga dipengaruhi medan. Banyak bangunan yang berdiri di sepandan sungai, membuat proses normalisasi itu terhambat,” jelasnya.

Hal itu seperti yang terjadi pada normalisasi saluran tersirer Mojokopek. Saluran ini ada di sisi barat bundaran Apollo, Gempol. Proses normalisasi ini terkendala keberadaan sejumlah bangunan liar semipermanen yang ada di atas sungai.

Sempat direncanakan pada tahun 2018 lalu, namun realisasi normalisasinya molor hingga sekarang. (one/mie)