MUI Kab Probolinggo Nilai Posting-an Ponco Suro Menistakan Islam

KRAKSAAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo akhirnya menentukan sikap atas posting-an akun facebook (FB) Ponco Suro. Posting-an itu dinilai menyimpang.

Keputusan itu disampaikan setelah MUI menggelar rapat internal, Senin (24/6) siang. Rapat sendiri dilakukan untuk membahas posting-an di akun FB Ponco Suro. Sebuah akun FB milik Ormat, warga Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Dimulai pukul 11.00, rapat digelar secara tertutup di kantor MUI, Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan. Hadir dalam rapat itu yaitu pengurus harian MUI dan Komisi Fatwa.

Rapat sendiri berlangsung alot. Bahkan, sampai memakan waktu dua jam. Berbagai pendapat dikemukakan dalam rapat itu. Setelah itu, baru Wakil Ketua MUI KH Abdul Wasik Hannan menyampaikan hasil rapat dengan didampingi Yasin, sekretaris MUI.

Menurutnya, rapat sudah mengkaji posting-an akun Ponco Suro. Dan hasilnya, posting-an Ponco Suro dinyatakan menyimpang dari ajaran agama Islam.

“Sudah kami bahas posting-an dari akun FB Ponco Suro. Di dalamnya terpadat banyak penyimpangan. Karena itu, dalam rapat tadi (Senin), posting-an itu dinyatakan menyimpang,” ujarnya.

Yasin, Sekretaris MUI menambahkan, penyimpangan yang terjadi yaitu berupa penistaan terhadap agama Islam. Namun, MUI belum mau menyebut, posting-an apa saja yang menyimpang. Apakah semua posting-an yang dinilai meresahkan atau hanya beberapa saja.

Yasin hanya memberi contoh satu posting-an saja. Yaitu, posting-an yang mengatakan bahwa Islam bukanlah agama. “Salah satunya yaitu, posting-an yang mengatakan bahwa Islam bukan agama. Padahal, Islam merupakan agama,” katanya.

Bukan itu saja, menurut Yasin, penyimpangan-penyimpangan juga terjadi pada posting-an yang lain. Namun, pihaknya belum bisa menyebut posting-an apa saya yang dimaksud.

“Satu posting-an itu saja sudah cukup. Tetapi, yang lain juga masuk dalam kategori penyimpangan. Makanya, setelah rapat ini dilanjutkan rapat internal Komisi Fatwa. Itu, untuk mendetailkan perihal penyimpangan yang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, pembahasan tentang akun FB Ponso Suro tidak berhenti sampai di situ. Rencananya, Rabu (26/6) akan dilakukan pembahasan lagi oleh Komisi Fatwa dengan mengundang Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten Probolinggo. “Nanti akan kami bahas bersama Bakorpakem. Tadi juga didetailkan untuk dibahas bersama Bakorpakem,” tandasnya.

Rapat internal yang digelar MUI itu, menyikapi posting-an akun FB atas nama Ponco Suro. Belakangan ini warganet di Probolinggo khususnya, dibuat resah dengan akun Ponco Suro yang dianggap mem-posting sejumlah pemahaman kontroversial.

Misalnya, posting-an tanggal 11 Juni; carilah fakta kebenaran, dari apa yang kau anggap benar, termasuk tentang tuhan. Masih 11 Juni; alloh tdk akan mengampuni dosamu, kcuali kau yang mngampuni dosamu.

Lalu 4 Juni; islam itu bukn ajaran, bukan ilmu, bukan pngetahuan, bukan hukum juga bukan agama. 31 Mei; dg dasar apa mengaku alloh itu tuhanmu. (sid/hn)