Massa Lurug Kantor Desa Pakuniran, Penyebabnya Pejabat Kades Dinilai Tak Transparan

MINTA TRANSPARANSI: Puluhan warga melakukan dialog di kantor Desa Pakuniran, Senin (24/6) pagi. Aksi itu dilakukan lantaran warga meminta transparansi pemerintahan desa. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAKUNIRAN – Puluhan warga Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo Senin (24/6) siang, melurug kantor desanya. Aksi itu dilakukan untuk meminta kejelasan kinerja dari pada Pj Kepala Desa setempat. Warga menganggap, Pj Kades tidak becus dalam menjalankan amanah yang diberikan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, warga mendatangi kantor desa setempat sekitar pukul 10.00. Semula kedatangan warga tersebut hendak berunjuk rasa. Namun, hal itu urung dilakukan. Mereka lebih memilih untuk hanya bermusyawarah guna meminta kejelasan pelayanan di desa. Selain itu, beberapa aspirasi juga dibawa oleh masyarakat disampaikan langsung.

Seperti halnya Sobri, salah satu warga. Dia datang guna meminta kejelasan struktur BUMDes. Selain itu, ia juga meminta untuk BUMDes yang telah ditinggal ketuanya lantaran mengundurkan diri tersebut, dibubarkan. “Namun, sebelum itu (dibubarkan, Red) kami meminta pertanggung jawaban dari pengurus BUMDes,” ujarnya.

Permintaan BUMDes agar dibubarkan lantaran sejauh ini tidak ada transparansi. Sehingga, warga menuding, aliran dana tidak jelas. “Yang kami rasakan BUMDes tidak hadir untuk masyarakat. Sehingga kami bermusyawarah meminta penjelasan. Setelah pembubaran kami harap ada pembentukan struktur yang baru,”terangnya.

Samin, salah seorang warga lain juga mengutarakan asiprasinya. Menurutnya, jalan di daerahnya sudah sejak lama rusak, seperti di Dusun Beyo. Pihaknya meminta kejelasan kapan akan dilakukan perbaikan. “Jalannya parah. Kami meminta agar diperbaiki,” ungkapnya.

Berbeda dengan dua warga sebelumnya, Firdaus yang juga warga setempat mengeluhkan perihal pelayanan. Selama ini Pejabat Kades selalu menghindar bila dimintai pertolongan warga. Sehingga, kemudian warga tidak terlayani dengan baik. “Pelayanan terhadap masyarakat kurang. Karena itu kami meminta pak PJ supaya lebih bijak. Masa kalau ditelpon warga selalu berhalangan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya bersama warga lain meminta penjelasan dari pada Pj Kades akan permasalahan tidak berlarut “Kami datang meminta transparansi. Bagaimana sebenarnya ini yang terjadi. Kami tidak mau jika terus terusan seperti ini,” lanjutnya.

Mendapat berbagai macam tudingan, Pj Kades Pakuniran Ponco Pramudijo, mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan. Seperti BUMDes, pihaknya telah menyiapkan waktu yaitu akan dibahas di musdes pada Kamis (7/7) mendatang.

“Kami tidak tinggal diam. untuk melakukan musdes, terbentur oleh banyak kegiatan. Contohnya pilkada, pemilu dan juga Lebaran. Tetapi, kami tidak tinggal diam. Kami musyawarah dengan BPD. Hari Kamis akan mengadakan musdes. Guna pemilihan ketua. Ini masih secara lisan. Surat sudah kami siapkan untuk dikirimkan kepada orang orang,” tandasnya.

Sementara perihal jalan, pihaknya memastikan akan dibangun pada tahun ini. Rencananya jalan tersebut akan di bangun bukan aspal. Tetapi rabat beton. “Tahun 2019 ini sudah positif dibangun. Tetapi, untuk melakukan pembangunan,” ungkapnya.

Ia menolak jika dibilang lari dari tanggung jawab. Menurutnya, ia sudah semaksimal mungkin. Bahkan, jika ada warga yang membutuhkannya, ia siap. Untuk kebutuhan lain seperti halnya pengurusan surat surat, ia mengarahkan kebada perangkatnya.

Sementara itu, Yasin Camat setempat tidak setuju jika Musdes guna membahas BUMDes dilakukan pada Kamis (7/7) mendatang. Ia mengatakan jika bisa dipercepat maka harus dipercepat. “Kami meminta agar Kamis (27/6) untuk musdes. Jangan sampai menyianyiakan waktu,” tuturnya. (sid/fun)