Korban Terancam Tersangka, Ini Pemicu Mercon Meledak di SDN Banyuanyar Lor

PAJARAKAN – Honorer SDN 1 Banyuanyar Lor, Burhanuddin, 47, terancam jadi tersangka dalam kasus ledakan mercon di SDN setempat. Sebab, ledakan tersebut bersumber dari mercon yang dirakit sendiri oleh Burhanuddin.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menegaskan hal itu, Senin (24/6). Menurutnya, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah dinas SDN 1 Banyuanyar Lor. Yaitu, tempat ledakan mercon terjadi. Pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti (BB) dari lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dari situ, kami telah mengamankan beberapa barang bukti yang akan digunakan untuk penyelidikan,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa meminta keterangan pada Burhanuddin sebagai saksi kunci. Sebab, saat ini warga Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, itu masih dirawat di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

Dia menjadi korban atas ledakan mercon yang dibuatnya sendiri, Sabtu (22/6). Sehingga, pihak kepolisian menunggu keadaan korban membaik.

“Untuk sementara, korban belum bisa kami mintai keterangan. Namun, berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan saksi-saksi, korban yang saat ini menjadi saksi bisa naik menjadi tersangka,” ujarnya.

Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi diketahui juga, Burhanuddin bukanlah penjual petasan. Ia adalah amatiran. Buktinya, mercon yang dibuatnya justru meledak. Hingga kemudian menghancurkan rumah dinas SDN 1 Banyuanyar Lor. Bahkan, melukai dirinya sendiri.

“Dia amatiran. Dia membuat mercon atau petasan memang untuk saudaranya yang hendak kawinan. Ada kemungkinan korban membuat petasan dengan obeng atau besi. Sehingga, mengakibatkan gesekan dengan mesiu dan terjadi ledakan,” katanya.

Profesional, menurut Riyanto, biasanya tidak membuat petasan menggunakan besi. Namun, menggunakan kayu. Sebab, gesekan antara kayu dengan mesiu tidak akan menyebabkan ledakan. “Meskipun digosok-gosok tidak akan meledak, kalau pakai kayu. Beda kalau yang dipakai besi,” tandasnya. (sid/hn/mie)