Kesulitan Tambah Area Tanam Padi di Kabupaten Pasuruan

BANGIL – Area tanam padi di Kabupaten Pasuruan sejauh ini cenderung stagnan. Dinas Pertanian setempat kesulitan untuk memperluas area tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Ihwan menyampaikan, jumlah area baku sawah di Kabupaten Pasuruan tidak bisa bertambah. Bahkan, cenderung mengalami penurunan, seiring dengan banyaknya pembangunan seperti perumahan. “Tapi, berapa penyusutan area lahan sampai sekarang, kami masih melakukan pendataan,” katanya.

Saat ini luas baku sawah di Kabupaten Pasuruan hanya mencapai 39 ribu hektare. Luasan tersebut, mampu dimanfaatkan untuk ditanami padi hingga 110 ribu hektare. Sebab, masa tanam padi tidak hanya sekali. Tetapi, dua kali bahkan sampai tiga kali dalam setahunnya.

Pihaknya mengaku kesulitan untuk menambah luas tanam tersebut karena tidak semua baku sawah, bisa ditingkatkan masa tanam padinya. Mengingat, banyak area pertanian yang mengandalkan air tadah hujan.

“Kami masih belum memasang target untuk menambah area tanam. Selain faktor irigasi, juga dipengaruhi kesuburan tanah. Tanpa ada pergantian tanaman, seperti padi ke palawija bisa memicu kejenuhan pada tanah, sehingga hasil yang didapatkan petani tidak bisa maksimal,” sambung dia.

Pemkab setempat tahun ini menargetkan produksi padi bisa mencapai 753 ribu ton. Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah menyokong dengan bantuan benih.

Selain bantuan untuk benih padi di area persawahan sebanyak 25 ton, juga dukungan benih untuk area lahan kering sebanyak 37 ton. “Bantuan benih itu diharapkan bisa mendorong dan menjaga produktivitas padi di Kabupaten Pasuruan,” jelas Ihwan. (one/mie)