Isi Liburan, 180 Pelajar di Kota Probolinggo Ini Hafalkan Alquran

KANIGARAN – Sejumlah 180 pelajar di Kota Probolinggo mengisi liburannya dengan kegiatan positif. Senin (24/6), mereka mengikuti Tahfidz Super Camp yang digelar di Masjid SMAN 2, Kota Probolinggo. Dalam kegiatan ini, mereka berusaha menghafal Alquran dengan cepat, baik, dan benar.

Kegiatan bertema “Indahnya Hidup Bersama Alquran,” ini akan digelar selama enam hari. Mulai Senin-Sabtu (24-29/6). Acara merupakan hasil kerja sama SDIT Tahfidz Bintangku dengan Jawa Pos Radar Bromo.

Selain peserta, Kepala SDIT Tahfidz Bintangku Trisni Azigajzin juga hadir. Begitu juga dengan perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kota Probolinggo yang diwakili Pengawas SD Kecamatan Kedopok Supriadi. Ada juga perwakilan dari Yayasan Khoirul Ummah, Kota Probolinggo, Muh. Fathorrozi.

Ketua Panitia Tahfidz Super Camp Febriyansah mengatakan, kegiatan ini bertujuan dapat menghafal Alquran dengan cepat, baik, dan benar. Serta, membiasakan diri membaca Alquran dan peserta aktif melaksanakan kegiatan yang sesuai tuntunan Alquran. “Harapannya, semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Perwakilan Yayasan Khoirul Ummah Muh. Fathorrozi mengatakan, dengan menghafal Alquran, akan mendapatkan syafaat dan mahkota kemuliaan. Bahkan, dapat mengangkat orang tua kita kelak ketika meninggal.

Pihaknya berharap, adanya kegiatan ini dapat ditampung Dinas Pendidikan. Paling tidak dapat meminimalisasi kegiatan negatif. Mengingat, di era modern ini banyak anak kecil yang sudah pegang gadget. Bahkan, sampai lupa waktu. “Mudah-mudahan kegiatan ini diberkahi Allah agar semuanya dapat pahala,” ujarnya.

Kepala SDIT Tahfidz Bintangku Trisni Azigajzin menambahkan, kegiatan yang dibuka secara umum ini kali pertama. Sebelumnya, pihaknya hanya mengadakan untuk ruang lingkup sekolah. Meski pertama, pesertanya mencapai 180 orang. “Daripada liburan anak-anak diisi kegiatan yang tidak jelas, lebih baik kami isi dengan kegiatan positif. Bahkan, di sini anak-anak dilarang membawa HP (handphone),” ujarnya. (rpd/rud)