HP-Tas Milik Guru SMAN Leces yang Tewas di Rumah Belum Ditemukan

WONOASIH – Sepekan lebih, kepolisian menyelidiki kasus hilangnya barang-barang berharga milik almarhumah Endang Sukeni, 67. Hingga Senin (24/6), Polres Probolinggo Kota memastikan belum ada perkembangan berarti. Handphone (HP) dan tas korban yang raib ketika korban ditemukan tewas, belum ditemukan.

Hendra Agus Wardana, 29, anak bungsu korban mengatakan, sampai Senin barang-barang milik orang tuanya belum ditemukan. Bahkan, tidak ada informasi sama sekali dari kepolisian. Pihaknya berharap barang-barang korban segera ditemukan.

Menurutnya, dipastikan HP dan tas yang berada di dalam kamar korban ada yang mencuri. Jika tidak, barang-barang itu tidak akan hilang. “Saat itu rumah sepi. Saya dan istri kerja. Sedangkan kakak perempuan saya ada di Malang, ikut suaminya. Lalu siapa yang membawa barang Mama?” ujarnya.

Karenanya, pihaknya berharap polisi menemukan barang milik orang tuanya. Selain berharap barangnya kembali, Hendra mengaku juga ingin mengetahui pelaku dan motifnya. Menurutnya, dengan ditemukannya barang korban, lambat laun akan terungkap penyebab kematian ibunya. “Apakah sakit atau karena penyebab lain,” ujarnya.

Ia pun mengakui menerima hasil otopsi Polda Jatim yang menyebut ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan. Namun, pihaknya masih mempertanyakan mengapa barang milik orang tuanya juga raib. Ia memperkirakan barang itu ada yang membawa dan ada orang yang masuk ke kamar ibunya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi mengatakan, belum ada perkembangan dalam kasus ini. Pihaknya belum menemukan HP dan tas milik korban. “Belum ada perkembangan. Masih kami selidiki,” ujarnya.

Ia mengaku, selama ini belum menemukan saksi yang mengetahui situasi di rumah korban. Apakah ada orang yang masuk dan keluar dari rumah korban sebelum dan setelah guru bimbingan dan konseling (BK) SMKN 1 Leces, Kabupaten Probolinggo, itu meninggal? “Kami masih mencari saksi yang mengetahui dan mendengar sesuatu saat kejadian,” ujarnya.

Terkait HP korban, Nanang mengatakan, belum mengetahui kabar terakhir. Sebab, belum menerima laporan atau informasi dari Polda Jatim. “Belum ada laporan. Mungkin masih diselidiki. Nanti saja kalau ada perkembangan saya sampaikan,” ujarnya.

Diketahui, Endang Sukeni ditemukan tewas di rumahnya, di Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (17/6). Awalnya, korban diduga tewas setelah menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Sebab, ada bekas seperti cekikan di lehernya dengan lidah menjulur keluar. Serta, wajahnya lebam dan mengeluarkan darah dari hidung.

Namun, sehari setelah kejadian Polda Jatim melalui Kasat Reskrim AKP Nanang menyebut korban meninggal karena sakit dalam. Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil otopsi di RSUD dr. Muhamad Saleh. Soal barang korban berupa HP dan tas masih dalam penyelidikan. (rpd/rud)