Korban yang Terkena Ledakan di Rumah Dinas Sekolah, Meracik Mercon Seorang Diri

GENDING – Bunyi ledakan dari sebuah rumah dinas SDN 1 Banyuanyar Lor membuat Burhanuddin, 42, terluka. Pegawai honorer yang tak lain penjaga sekolah di SDN 1 Banyanyar Lor itu, terkena mercon yang sedang dirakitnya untuk acara hajatan saudaranya.

RUMAH DINAS: Rumah di SDN 1 Banyuanyar Lor yang ditinggali Burhanuddin usai terjadi ledakan mercon, Sabtu (23/6) malam lalu. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Polisi juga sudah memastikan bahwa Burhanuddin meracik mercon seorang diri. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Banyanyar Lor, Muhammad Yusuf. Dia menjelaskan, rumah tersebut ditinggali oleh Burhanuddin dan keluarganya. Yakni satu anak dan seorang istrinya. Setelah terkena ledakan, Burhanuddin terkapar di ruang belakang sebelah dapur.

“Kami langsung datang ke lokasi setelah mendengar ledakan itu. Korbannya hanya Burhanudin saja. Anak istrinya selamat,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, saat dilakukan evakuasi, korban sempat memberikan keterangan kepadanya. Ledakan itu, kata Yusuf, diakibatkan oleh sebuah mercon yang tengah dibuat sendiri oleh korban. “Korban mengakui sedang membuat mercon. Katanya itu (mercon, Red) untuk acara hajatan saudaranya. Tetapi, nahas mecon yang dibuat meledak,” katanya.

Korban yang menderita luka cukup parah yaitu di area tangan kanan kiri, dan juga betis. Secepatnya korban dibawa RS Wonolangan. Namun, karena lukanya yang serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Waluyo Jati guna penanganan lebih lanjut.

Korban berada di ruangan Asoka. Di dalam ruangan tersebut baik tangan dan juga kaki korban di balut oleh perban. Sedangkan korban sendiri masih belum bisa dimintai keterangan.

Humas RSUD Wonolangan Sugianto mengetakan, Minggu (23/6) kondisi korban sudah stabil. Namun, belum bisa berkomunikasi. Pihaknya melakukan penangan sesuai dengan prosedur yang ada guna menyelamtkan korban. “Selanjutnya akan kami ambil tindakan untuk membersihkan luka-lukanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Gending AKP Ohim menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Ia memastikan ledakan tersebut berasal dari petasan yang dibuat oleh korban. “Masih dalam penyelidikan. Untuk ledakan berasal dari petasan,” tandasnya.

Ia juga mencari penyebab kenapa petasan tersebut bisa meledak. Pihaknya hingga berita ini ditulis masih belum bisa menjelaskan perihal hal itu. Yang pasti, korban membuat petasan seorang diri.

“Korban membuat petasan sendirian. Sedangkan istri dan anaknya tidur di kamar dan mereka selamat,” ungkap Ohim.

Dari tempat kejadian perkara (TKP) pihak kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Yaitu berupa 1 mercon yang sudah terisi mesiu, 1 yang belum terisi mesiu dan juga sisa kertas selongsong yang sudah meledak. “Barang buktinya kami amankan untuk kepentingan penyekidikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rencana Burhanudin, 42 karyawan SDN Banyuanyar Lor membuat mercon untuk pernikahan kerabatnya berujung tragedi. Itu setelah mercon yang diraciknya meledak di rumah dinas (rumdin) SDN Banyuanyar Lor, di Dusun Pasar RT 7/ RW 2, Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. (sid/fun)