Kelenteng Sumber Naga Direncanakan Dibangun Tahun Ini

Patung dewa milik klenteng yang sudah dibersihkan, akan dipindah ke aula. Usai terbakar, jamaat kini memanfaatkan aula di GOR untuk beribadah, dan pengurus berencana membangun kembali. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO – Usai terbakar Jumat (17/5) lalu, pihak pengurus kelenteng Tri Dharma Sumber Naga yang berniat bakal membangun kembali. Pihak pengurus meyakini, rencananya pembangunan akan dilakukan tahun ini. Kendati begitu, untuk bangunan tengah atau bangunan utama yang menjadi cagar budaya, masih akan dirembukkan kembali dengan Pemkot Probolinggo.

Ketua Umum pengurus kelenteng, Adi Sutanto Saputro saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (23/6) pagi menerangkan, sisi barat dan belakang sebetulnya dalam waktu dekat sudah akan dilakukan pembenahan. Hanya saja, waktunya masih belum ditentukan. Mengingat saat ini pihak pengurus sedang konsentrasi pada pemindahan patung dewa.

“Tawaran untuk perbaikan sudah banyak, termasuk patung dewa yang rusak. Namun kami mesti rapatkan dulu. Sebab, baik patung dan lainnya akan diwariskan pada anak cucu kami. Untuk perbaikan sendiri, kami sudah mulai lakukan penurunan genting. Namun kan tidak mungkin selesai tiga sampai empat bulan. Yang jelas secepatnya kami akan lakukan perbaikan,” bebernya.

Kendati demikian, terkait dengan bangunan utama atau yang tengah, ia masih terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah. “Katanya ini masuk cagar budaya. Tapi kok selama ini tidak ada bantuan sama sekali. Jika memang ada pembangunan dari pemerintah, paling tidak minimal kita ditembusi melalui surat,” tambahnya.

Jika memang nantinya akan dibangun seperti sedia kala atau bentuk seperti semula, baginya tidak masalah. “Kalau mau dibangun seperti bentuk yang dulu juga tidak masalah,” bebernya.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo Tutang Heru A, mengatakan bahwa sejauh ini prosesnya masih berlangsung. Terkait dengan sudah sejauh apa perkembangannya diarahkan ke Kabid Kebudayaan Sardi. Namun yang bersangkutan belum bisa merinci secara detail. (rpd/fun)