16 SMK Swasta di Kota Probolinggo Ajukan Proposal untuk Subsidi Operasional

PROBOLINGGO – Belasan lembaga sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Probolinggo, telah mengajukan proposal untuk subsidi operasional sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Pengajuan ini telah dilakukan sejak Juni 2019.

Sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari pengajuan proposal untuk subsidi operasional sekolah. Bila diterima, dana subsidi tersebut nantinya bisa meringankan beban biaya operasional sekolah.

“Untuk proposal, 16 SMK swasta di Kota Probolinggo sudah mengajukan. Namun belum ada informasi lagi terkait penandatanganan Naskah Hibah Perjanjian Daerah (NPHD),” ujar Rahmad, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Kota Probolinggo saat ditemui harian Jawa Pos Radar Bromo Sabtu lalu (23/6).

Untuk sekolah swasta, program SPP gratis itu masuk dalam program hibah. Sehingga perlu adanya NPHD.

Kepala SMK PGRI ini menjelaskan bahwa besaran subsidi operasional sekolah di SMK swasta, sama dengan di SMK Negeri. Untuk SMK dengan jurusan teknik besaran subsidi operasional sebesar Rp 160 ribu per siswa. “Kalau untuk non-teknik besarannya Rp 140 ribu per siswa,” jelasnya.

Meskipun SMK swasta mendapatkan subsidi, lanjut Rahmad, tetap diizinkan untuk melakukan penarikan SPP. Hal ini mengingat tidak semua biaya operasional sekolah bisa dibiayai dari subsidi operasional sekolah dari pemerintah.

“Seperti gaji guru, tidak masuk dari dana hibah subsidi operasional sekolah. Beda dengan SMK Negeri, dimana untuk gaji sudah dibayarkan pemerintah,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan jawa Timur telah menggratiskan SPP untuk SMA/SMK negeri se-jawa Timur. Hal yang sama juga berlaku untuk SMA/SMK swasta, meski dirupakan dalam bentuk hibah.

SMA/SMK swasta harus menyerahkan proposal terlebih dahulu sebelum dilakukan pencairan subsidi operasional sekolah. (put/fun)