Terpeleset saat Nyalip, Ibu Satu Anak Terlindas Trailer

BARANG BUKTI: Honda Vario warna putih nopol N 2335 WC yang dipakai boncengan oleh korban Supiani, anaknya dan suaminya, Fadlan, diamankan di Satlantas Polresta Pasuruan sebagai barang bukti. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Supiani, 39, juga meregang nyawa setelah terlindas sebuah truk trailer di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan, Jumat (21/6) malam. Jenazah ibu satu anak, warga Kebonjaya, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan itu langsung dievakuasi ke RSUD dr. R. Soerdarsono Kota Pasuruan.

Peristiwa memilukan ini terjadi pukul 19.15. Malam itu, Supiani bersama suaminya, Fadlan, 40, dan putrinya, Fani Indriyani, 5 hendak menuju Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Mereka berboncengan menggunakan Honda Vario warna putih nopol N 2335 WC.

Mereka menuju Kraton dengan melintasi Jalan Gatot Subroto dan melaju dari timur ke barat. Setibanya, di depan Gang Mangga, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Fadlan menambah kecepatan motornya.

Ia hendak menyalip sebuah truk trailer nopol L 9480 UO. Trailer dikemudikan Padio, 47, warga, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Truk trailer ini hendak menuju Kota Surabaya usai mengambil muatan dari PT Chiel Tjedang Indonesia (CJI) di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Namun naas. Saat hendak menyalip dari arah kiri, motor yang dikemudikannya terpeleset. Akibatnya, istrinya, Supiani terjatuh ke kiri dan terlindas roda belakang samping kiri truk trailer. Korban pun tewas di lokasi dengan kepala pecah dan robek pada paha kanan.

Sementara Fadlan selamat. Dan putrinya, Fani Indriyani hanya mengalami luka robek pada dahi. Dia dirawat di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Kanit Laka Satlantas Polresta Pasuruan, Iptu Ahmad Jayadi membenarkan kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Jumat (21/6) malam. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui kecelakaan ini disebabkan pengemudi motor kurang berhati-hati.

“Posisi pengemudi motor kurang menguntungkan. Dia menyalip trailer di depannya dari arah kiri. Ini kan tidak diperbolehkan. Seharusnya jika hendak menyalip kendaraan itu dari arah kanan,”jelas Jayadi. (riz/hn)