Lulusan 20 Ribu, Daya Tampung 21 Ribu

KRAKSAAN – Belum terpenuhinya pagu sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Probolinggo berkaitan erat dengan jumlah daya tampung sekolah yang berlebih. Penegasan ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo, Kresna Herlambang.

Saat ini menurutnya, daya tampung SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo mencapai 21 ribu. Sementara lulusan yang ada hanya 20 ribu.

Artinya, jumlah lulusan lebih sedikit dibanding jumlah daya tampung SMK/SMA negeri dan swasta pada pendaftaran PPDB tahun ini. Kondisi ini membuat banyak sekolah bakal tidak mampu memenuhi pagu.

”Daya tampung dalam PPDB SMK/SMA untuk lembaga negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo sekitar 21 ribu. Sedangkan lulusan tahun ini hanya sekitar 20 ribu,” katanya pada Jawa Pos radar Bromo, Sabtu (22/6).

Kresna mengatakan, pendaftaran PPDB telah diumumkan dan bisa dicek di tiap sekolah. Namun, pihaknya belum dapat memastikan lembaga SMA/SMK Negeri yang sudah terpenuhi pagunya.

”Untuk kepastian lembaga mana yang sudah memenuhi pagu, bisa dicek secara online satu persatu. Kami masih belum dapat laporannya,” lanjutnya.

Namun, Kresna belum bisa memastikan langkah yang akan dilakukan selanjutnya. Apakah lembaga yang belum memenuhi pagu boleh memperpanjang pendaftaran atau tidak.

Hanya dikatakannya, tujuan utama pendidikan yaitu, peserta didik dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Tentunya, tidak menjadi persoalan saat lembaga negeri tetap menerima peserta didik sampai terpenuhi pagunya.

”Tujuan utama, bagaimana anak didik bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Dengan begitu, bisa menaikkan IPM. Tapi, untuk kepastiannya boleh apa tidak, tunggu hasil rapat koordinasi PPDB Senin besok,” terangnya. (mas/hn)