Enam Warga Terciduk Tim Gerakan Operasi Sampah Probolinggo

MAYANGAN – Enam warga Kota Probolinggo, tertangkap tim Gerakan Operasi Sampah (GOS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Sabtu (22/6), enam orang itu diketahui membuang sampah rumah tangga secara sembarang.

Masing-masing mereka berinisial TS, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan. S, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. MA, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecaman Kanigaran. AR, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. AT, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Serta, seorang lagi kabur sebelum sempat ditaha petugas.

Penertiban yang dinamai GOS, ini kali pertama dilakukan DLH. Penertiban terutama dilakukan kepada warga yang membuang sampah rumah tangga di tempat sampah gantung di pinggir-pinggir jalan. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 05.00.

Petugas menyasar tiga lokasi. Di antaranya, di Jalan Hayam Wuruk, Pasar Ketapang, dan di Jalan Pahlawan depan SMKN 3.

“Kegiatan Gerakan Operasi Sampah yang dilakukan tadi pagi (Minggu pagi) mengamankan enam warga yang membuang sampah rumah tangga di tempat yang tidak seharusnya. Yaitu, di tempat sampah gantung yang sebenarnya digunakan untuk pengguna kendaraan,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo, Budi Krisyanto.

Budi mengatakan, sampah rumah tangga seharusnya dikelola di tingkat RT. Sampah-sampah itu biasanya diambil oleh petugas yang telah ditunjuk oleh lingkungan masing-masing dengan membayar iuran yang disepakati bersama.

“Dari DLH tidak ada instruksi besaran iuran sampah. Tergantung kesepakatan di masing-masing RT. Biasanya tergantung jarak RT dengan TPS terdekat,” ujarnya.

Enam warga yang diamankan petugas DLH dan Satpol PP Kota Probolinggo, punya beragam alasan membuang sampah tidak sesuai tempatnya. Mulai karena faktor kebiasaan dan frekuensi pengambilan sampaj yang tidak rutin. “Ada juga karena tidak ikut iuran sampah atau tidak membayar iuran sampah, sehingga dibuang sendiri,” ujarnya.

Enam warga yang terjaring dalam GOS ini mendapatkan pembinaan di kantor DLH. Mereka diberi penjelasan mengenai Peraturan Pemerintah Kota Probolinggo terkait pengolahan sampah. “Seperti Perda Nomor 5/2010 tentang Pengelolaan Sampah. Ke depan akan kami evaluasi pelaksanaan GOS ini. Supaya bisa lebih intensif lagi dalam penanganan masalah sampah,” ujar Budi. (put/rud)