Di Kab Probolinggo Baru Empat Lembaga Penuhi Pagu, Di Kota, 2 SMKN Belum Terpenuhi

PENDAFTARAN: Pendaftaran PPDB di SMKN 2 Probolinggo, beberapa waktu lalu. SMKN Sampai tanggal 21 Juni, ada dua SMKN yang belum memenuhi pagu. Yaitu SMKN 3 dan SMKN 4. (Zainal arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN – PPDB SMA/SMK Negeri 2019 di Kabupaten Probolinggo telah diumumkan. Namun, belum semua lembaga memenuhi pagu. Dari 28 SMA/SMK Negeri yang ada, baru empat lembaga yang memenuhi pagu.

Untuk tingkat SMA Negeri, ada 17 lembaga yang membuka pendaftaran PPDB. Namun, baru dua lembaga yang memenuhi pagu. Yaitu, SMAN 1 Gending dan SMAN 1 Kraksaan. Sedangkan 15 sisanya, belum memenuhi pagu.

Di tingkat SMK Negeri, 11 lembaga menerima pendaftaran PPDB. Dan sampai Sabtu 22 Juni, baru dua lembaga yang laporan sudah memenuhi pagu. Malahan kedua lembaga itu menolak ratusan peserta didik baru.

Kondisi ini dibetulkan Ahmad Sudiarto, anggota MKKS SMA Negeri Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini menurutnya, MKKS menerima informasi bahwa baru dua SMAN negeri yang terpenuhi pagunya. Yaitu SMAN 1 Gending dan SMAN 1 Kraksaan.

”Kalau SMA saya sendiri yaitu SMAN 1 Paiton, juga belum terpenuhi pagunya. Tapi hampir terpenuhi,” katanya lelaki yang juga Kepala SMAN 1 Paiton itu.

Keterangan serupa disampaikan Abdul Rofi, Ketua MKKS SMK Negeri Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pendaftaran PPDB sudah diumumkan serentak. Dan hasilnya, baru dua SMK Negeri di Kabupaten Probolinggo yang memenuhi pagu. Sisanya, sembilan lembaga belum memberikan laporan.

”Kalau SMKN 1 dan 2 Kraksaan, sudah memenuhi pagu. Dua lembaga ini sudah laporan. Yang lainnya belum konfirmasi ke saya,” katanya.

Namun, mengaca pada pengalaman pendaftaran PPDB tahun lalu menurut Rofi, ada beberapa lembaga SMK negeri yang pagunya selalu terpenuhi. Yaitu, SMKN Kotaanyar, Banyuanyar, dan Gending.

Bagaimana kondisinya tahun ini, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari semua SMKN negeri yang ada. Hanya Rofi memastikan, dari 11 lembaga SMK Negeri di Kabupaten Probolinggo, tidak semua terpenuhi pagunya. Begitu juga 42 lembaga SMK swasta, tidak terpenuhi pagunya.

”Informasinya, bagi lembaga yang belum memenuhi pagu, diperbolehkan untuk memperpanjang pendaftaran. Namun, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu di Kota Probolinggo, dari empat SMK Negeri yang ada, dua di antaranya belum memenuhi pagu. Yaitu, SMKN 3 dan SMKN 4. Sementara SMKN 1 dan SMKN 2, sudah memenuhi pagu.

Penegasan ini disampaikan Sunardi, Ketua MKKS SMK negeri Kota Probolinggo. “Dari informasi terakhir sampai tanggal 21 Juni, SMKN 3 dan SMKN 4 belum memenuhi pagu. Namun untuk hari ini (22/6) belum dipastikan apakah sudah memenuhi pagu atau belum,” katanya.

Pria yang menjabat sebagai kepala SMKN 2 Kota Probolinggo ini memastikan, sampai saat ini belum ada peraturan khusus yang mengatur cara memenuhi pagu. Apakah boleh memperpanjang pendaftaran, saat sekolah belum memenuhi pagu.

“Yang jelas untuk membuka pendaftaran secara online sudah tidak bisa. Hal ini pasti akan diprotes oleh SMK swasta,” ujarnya.

Siti Rohmah Hadi, kepala SMKN 3 Kota Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan, ada kekurangan siswa di sekolahnya. Ada dua jurusan yang kurang siswa. Yaitu, jurusan tata busana dan tata kecantikan rambut.

“Tahun ini kurang kami kurang lima siswa. Empat siswa untuk jurusan tata busana, dan satu siswa untuk jurusan tata kecantikan rambut,” ujarnya.

Jika semuanya terpenuhi, maka total pagu sekolah mencapai 360 siswa. Namun yang diterima di SMKN 3 saat ini ada 355 siswa.

“Karena memang sudah ditutup, maka ya tidak menerima pendaftaran lagi,” ujarnya. (mas/put/hn)