Curi Sapi Tetangga, Warga Kramat Agung Bantaran Didor

BANTARAN – Kasus pencurian hewan (curwan) yang berhasil diungkap Polsek Tegalsiwalan, Polres Probolinggo, terus dikembangkan. Sabtu (15/6) lalu, giliran Polsek Bantaran, mengamankan seorang buronan komplotan pelaku curwan itu.

Dia adalah Miskai, 54, warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Miskai disangka kuat sebagai salah satu dari lima pelaku pencurian sapi di RT 03/ RW 01 Dusun Krajan, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran. Pada 8 Mei 2019, Miskai nyolong sapi milik tetangganya, Nahrawi, 43. Saat beraksi, Miskai sempat mengancam Nahrawi menggunakan celurit.

Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, Miskai diamankan hasil dari pengembangan. Tersangka Fauzi dan Sules yang diamankan Polsek Tegalsiwalan, mengaku mencuri sapi bersama Miskai.

“Kami berhasil mengamankan tersangka Miskai sekitar pukul 15.00, di rumahnya,” katanya, Sabtu (22/6). Saat penangkapan, kata Jamhari, pihaknya terpaksa menembak kaki Miskai. “Tersangka kami dor kakinya. Karena, berontak dan melawan petugas saat hendak diamankan,” ujarnya.

Kasus pencurian sapi itu, Kata Jamhari, terjadi pada Rabu (8/5). Sekitar pukul 01.30, pihaknya mendapatkan informasi ada pencurian dua ekor sapi milik Nahrawi. Saat itu, Miskai beraksi dengan empat pelaku lain.

“Saat masuk ke kandang, korban terbangun. Saat itu, pelaku mengancam korban sambil mengatakan, ‘jangan teriak nanti mati.’ Setelah itu, pelaku berhasil membawa kabur 2 ekor sapi dan lari ke barat selatan,” ujarnya.

Mendapatkan informasi itu, Jamhari mengaku, sempat menyanggong dan mengejar bersama warga. Dua sapi milik korban berhasil ditemukan. Pelaku meninggalkan seekor sapi di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan, seekor sapi lainnya ditemukan di wilayah hukum Polsek Bantaran.

Dua ekor sapi milik korban berhasil ditemukan dan menjadi barang bukti. “Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal selama 9 tahun penjara,” ujar Jamhari. (mas/rud)