Warga Capang Keluhkan “Serangan” Ulat Bulu, Ini Penjelasan Disperta

PURWODADI – Keluhan serangan ulat bulu tak hanya dialami warga Bangil. Warga Dusun Semambung, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan juga mengeluhkan hal yang sama.

Serangan ulat bulu bahkan sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Saat wartawan Radar Bromo datang ke lokasi Jumat (21/6), ulat bulu dengan mudah ditemukan di banyak tempat. Mulai di dahan dan ranting pohon. Juga di genting, tembok, dan teras rumah. Bahkan, ulat bulu sampai masuk ke rumah-rumah.

“Kejadian ini sejatinya sudah berlangsung dua bulan terakhir atau sebelum Ramadan. Tapi, makin parah setelah Lebaran sampai sekarang ini,” beber Kasun Semambung Abdul Basir.

Karena populasi ulat bulu yang luar biasa banyak, warga sekitar pun jadi resah. Bahkan, sejumlah warga mengaku takut dan geli. Untungnya, ulat bulu itu tidak menimbulkan gatal-gatal seperti di Bangil.

“Memang tak sampai membuat gatal. Tapi untuk membersihkan, warga sampai kewalahan. Hampir tiap hari warga membersihkan ulat bulu ini karena jumlahnya sangat banyak. Tiap dibersihkan, dalam sehari di satu rumah itu bisa dapat satu ember ulat bulu. Bahkan lebih,” ungkapnya.

Serangan ulat bulu itu sendiri, menurut Abdul Basir, bukan terjadi saat ini saja. Di dusunnya, serangan ulat bulu terjadi tiap tahun. Namun, yang terparah memang tahun ini.

Karena itu, dia berharap instansi terkait turun ke lapangan untuk membantu mengatasi wabah serangan ulat bulu ini. Sebab, selama ini warga membasmi dengan cara manual.

“Di lapangan warga membasmi ulat bulu dengan cara manual. Seperti, menyemprot dengan pestisida. Padahal, kita tahu kemampuan pestisida ini terbatas,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Pasuruan Ihwan menyebut, serangan ulat bulu di Semambung terjadi karena faktor alam. Yakni, peralihan dari musim hujan ke kemarau.

Karena itu, dia minta warga tidak panik. Sebab, serangan ulat bulu itu tidak membahayakan. “Warga tak perlu khawatir serta panik karena ini tidak membahayakan. Tentunya, kami akan turun ke lapangan. Salah satunya membantu dropping obat pertanian untuk membasmi serangan ulat bulu tersebut,” ungkapnya. (zal/hn)