Usai Kecelakaan, Sopir Truk BBM Ini Ditangkap karena Simpan Sabu

PANDAAN – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa itu tepat dialamatkan pada Tomson, 31 dan Reza Handiswara, 38. Dua teman yang menjadi sopir dan pengawas truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

Kamis (20/6) malam, perjalanan warga Kebonsari Wetan, Kanigaran, Kota Probolinggo dan Buduran, Sidoarjo, saat mengirim BBM ke Malang terganggu. Itu, setelah truk yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di exit tol Pandaan.

Dari kecelakaan tunggal itu pula, keduanya didapati menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. Walhasil, keduanya pun langsung diamankan ke sel Mapolres Pasuruan.

Dari keduanya, polisi berhasil menyita paket sabu dengan berat kotor 0,38 gram. “Baik sopir dan rekannya, telah kami amankan di mapolres. Keduanya telah ditetapkan menjadi tersangka pemilik sabu,” terang Kasat Narkoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiono.

Menurut perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu, penangkapan kedua pelaku itu berawal dari gerak-gerik sopir dan pengawas yang mencurigakan. “Mereka panik saat petugas lantas dan Jasamarga datang,” imbuh perwira polisi yang hobi motor trail itu.

Selain mengamankan barang bukti sabu, petugas di lapangan juga berhasil menyita barang bukti lainnya. Masing–masing satu potongan sedotan plastik warna putih, satu pipet kaca kosong, satu buah korek api, dua klip plastik kecil, serta dua buah HP.

“Kedua pelaku ini beli sabunya patungan. Total Rp 400 ribu dari orang lain tak dikenal di Surabaya. Rencananya, barang haram tersebut mau dipakai nyabu bareng,” terang Nanang.

Dari hasil penyidikan, sopir dan pengawas truk muat BBM itu statusnya pemakai sabu. Sebelum mengalami kecelakaan tunggal di exit gerbang tol Pandaan, keduanya kerap mengonsumsi sabu. “Keduanya bukan kurir ataupun pengedar,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 112 ayat 1 atau pasal 132 ayat 1 UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimalnya, empat tahun penjara. (zal/mie)