Suhu Dingin di Probolinggo Bisa Capai 22 Derajat, Jangan Lupa Pakai Jaket

PROBOLINGGO – Dalam beberapa hari terakhir ini, udara di Kota Probolinggo terasa lebih dingin dari biasanya. Hal tersebut dikarenakan terjadinya Monsoon Dingin Australia yang berlangsung dari bulan Juni hingga puncak musim kemarau atau September nanti.

Menurut Suwarto Kepala Seksi Observasi dan Informasi di BMKG, STA Tretes Pasuruan menerangkan, benua Australia saat ini berada dalam periode musim dingin. Tekanan udara di wilayah Australia cukup tinggi, sehingga terbentuk antisiklon di daerah tersebut serta massa udara yang bersifat dingin dan kering. Sementara itu, di wilayah Asia mengalami musim panas dan terdapat daerah tekanan rendah sehingga terbentuk siklon.

“Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia dan rendah di Asia ini, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering tersebut ke Asia melewati Indonesia. Terutama Jawa yang didalamnya terdapat Kota Probolinggo yang dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia,” terangnya, Kamis (20/6) sore.

Khusus untuk wilayah Jawa, secara umum tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Tetapi langsung terbuang dan hilang ke angkasa.

“Hal ini juga menyebabkan suhu udara musim kemarau menjadi lebih dingin dari suhu udara musim hujan. Selain itu pada musim kemarau kandungan air di dalam tanah juga semakin menipis, kandungan uap air di udara juga rendah, indikatornya bisa dilihat dari rendahnya kelembaban udara. Ini juga berpengaruh terhadap bertambah dinginnya udara,” katanya.

Adapun suhu di Kota Probolinggo yang biasanya berkisar 33 hingga 34 derajat, kini diperkirakan rata-rata berkisar antara 22-28 derajat celcius. “Monsoon Dingin Australia sendiri akan berlangsung hingga bulan September nanti,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Prijo Djatmiko menerangkan agar masyarakat Kota Probolinggo dapat mengantisipasi dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti jaket. Selain itu, bagi yang tidak kuat dingin, diimbau agar tidak keluar malam. Mengingat suhu udara malam tentunya akan jauh lebih dingin dibandingkan pada sore dan siang hari.

“Bila bepergian ke daerah pegunungan agar membawa perlengkapan yang dibutuhkan karena suhu lebih dingin lagi. Termasuk jika berkendara,” bebernya. (rpd/fun)