Puncak Embun Es di Bromo Diprediksi Juli-Agustus, Tertarik untuk Melihat?

SUKAPURA – Sejak sepekan terakhir wisata Gunung Bromo kembali menyajikan hal unik. Gunung dengan ketinggian 2.329 MDPL itu belakangan kerap muncul embun es salju yang biasa disebut Frozen Bromo. Itu terjadi akibat cuaca ekstrem, suhun turun drastis hingga di bawah nol derajat celcius. Diprediksi, puncak fenomena ini bisa terjadi pada bulan Juli-Agustus mendatang.

DINGIN: Embun es di Bromo ini masih bisa dilihat saat matahari belum terik. (Istimewa)

Bagi pengunjung wisata Bromo, bisa menikmati sensasi es Bromo sekitar pukul 04.00 hingga pukul 05.30. Itupun harus mencari tempat tepi tebing yang belum terkena sinar matahari. Karena, jika matahari sudah muncul dan menyeliputi kawasan Bromo, dengan cepat es di Bromo itupun meleleh.

Ahmad Sugeng Laksono, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura mengatakan, fenomena langka ini terjadi sejak sepekan terakhir. Akibat cuaca ekstrem, hembusan angin kencang dan suhun drop hingga nol derajat, bahkan sampai minus. Kondisi itulah yang menimbulkan embun es itu muncul di Bawasan bromo dan menempel di daunan. Sehingga, di atas daunan itu membekuk atau menjadi kristal es.

”Biasanya jam 04.00 embun es di Bromo sudah turun. Tapi kalau jam segitu masih gelap, jadi belum bisa dilihat jelas. Kalau sudah pukul 05.00, mulai ada cahaya, baru terlihat indah dan takjub dengan embun es yang menempel di daunan, di lautan pasir Bromo,” terangnya.

Sugeng menjelaskan, fenomena ini menjadi suguhan unik dan menarik bagi para pengunjung wisata Bromo. Hampir semuanya takjub dengan kristal es yang timbul. ”Kalau yang baru melihat langsung, merasa seperti di luar negeri. Jadi pengunjung sangat tertarik untuk mencari frozen bromo itu,” terangnya.

Kepala Seksi I TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), Sarmin mengatakan ini, frozen Bromo ini bukan fenomena. Karena tiap tahun pasti ada. Semua itu akibat cuaca panas cerah pada siang hari namun di malam harinya akan terjadi turun embun es tersebut. Suhu di kawasan Bromo juga jauh terasa lebih dingin dibanding musim (hujan) sebelumnya.

”Kondisi sekarang masih tipis embun saljunya. Diprediksi puncak cuaca ekstrem ini terjadi pada bulan Juli-Agustus,” terangnya. (mas/fun)