Polisi Sudah Periksa 10 Saksi untuk Selidiki Perusakan Rumah di Tongas Wetan

TONGAS – Hingga kini pihak kepolisian masih belum tentukan siapa dalang yang melakukan perusakan rumah di Desa Tongas Wetan. Polisi masih terus mendalami penyelidikan terkait perusakan rumah milik keluarga Suroso. Sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota (Polresta) AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, sudah ada 10 saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. “Kesepuluh saksi itu termasuk dua kades, yakni Kades Tongas Wetan Kasan Nurhadi dan juga Kades Bayeman Sumarto,” terangnya.

Hanya saja perwira yang kerap disapa Nanang tersebut, enggan menceritakan secara detail proses penyelidikan. Termasuk keterangan dari 10 saksi yang dihadirkan.

Yang jelas menurutnya, kata Nanang, kasus pembunuhan M Fahrur Rozi dan juga perusakan rumah Suroso, merupakan dua kasus yang berbeda. “Untuk kasus pembunuhanya sudah selesai. Artinya dua pelaku yang telah ditangkap itulah pelakunya. Tidak ada pelaku lainnya. Sementara untuk kasus perusakan, masih kami selidiki,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, kedua kades tersebut dipanggil penyidik lantaran diduga terlibat dalam aksi perusakan yang terjadi di rumah keluarga Suroso, Jumat (7/6) malam. Perusakan rumah tersebut, tak hanya menimbulkan kerugian fisik. Dampak sosial juga dialami oleh kedua orang tua Suroso. Sehingga sang ayahnya alami depresi berat.

Oleh sebab itu, kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terkait dengan otak dibalik perusakan tersebut. Lebih lagi ada dua kepala desa yang semestinya, ikut mengayomi warganya yang berada di Desa Tongas Wetan dan Juga Bayeman.

Kapolresta Probolinggi AKBP Alfian Nurizal menambahkan bahwa seyogyanya aksi warga yang merusak dan membakar rumah Suroso adalah salah sasaran. Sebab, pelaku penganiayaan yang menyebabkan M. Fahrur Rozi Aminullah, 24 meninggal, Selasa (4/6) sekitar pukul 23.00 lalu, bukan Suroso. (rpd/fun)