Pembangunan Ribuan Jamban di Kab Pasuruan Tunggu Lelang

BANGIL – Pembangunan ribuan jamban anyar di Kabupaten Pasuruan belum sepenuhnya bisa direalisasikan. Selain menunggu proses lelang, juga menunggu kesiapan pemerintah desa untuk melaksanakan.

Kepala Bidang Pengembangan Air Bersih dan Limbah Lingkungaan Permukiman Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman Ichwan Adi menjelaskan, tahun ini ada 3 ribu jamban bakal dibangun. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 2.780 jamban.

Banyaknya jamban yang akan dibangun tersebut, untuk mendorong percepatan dalam kepemilikan jamban bagi warga Kabupaten Pasuruan.

Sebab, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang belum memiliki jamban, masih cukup tinggi. Mencapai sekitar 96 ribu kepala keluarga (KK). “Program bangun WC ini diharapkan bisa mendorong dan mempercepat kepemilikan jamban di rumah-rumah,” ujar Ichwan.

Menurutnya, Pemkab Pasuruan sudah mengalokasikan dana hingga Rp 4,9 miliar. Dana itu bersumber dari APBD 2019. Anggarannya untuk pengadaan material dalam pembangunan jamban.

Ichwan menjelaskan, pemkab mendukung pembangunan WC di rumah-rumah dengan penyediaan materialnya. Sementara pelaksanaan pembangunannya dilakukan oleh pihak desa.

“Jadi, ada kerja sama dengan pihak desa. Kami (Pemkab Pasuruan) yang menyiapkan materialnya. Sementara yang membangun, pihak desa,” sambung dia.

Lebih jauh disampaikan Ichwan, pelaksanaan pembangunan jamban itu, melibatkan pendamping. “Jadi, kami tidak khawatir program tersebut tidak dilaksanakan di tingkat desa. Karena ada pendamping yang terus memonitoring dan mendorong jalannya proses pembangunan jamban itu,” tambahnya.

Sejauh ini, belum seluruhnya dropping material WC itu didistribusikan. Karena prosesnya, masih tahap lelang. “Ada beberapa desa yang sudah kami dropping. Namun, belum semuanya. Karena masih ada yang baru masuk tahap lelang. Pelaksanaannya pun belum menyeluruh karena pemerintah desa biasanya juga menunggu pencairan DD (dana desa),” terangnya. (one/mie)