Komplotan Spesialis Pencurian yang Dibekuk Selalu Berbagi Tugas saat Beraksi

UNTUK LENGKAPI BERKAS: Rekonstruksi yang digelar di Tegalsiwalan di salah satu rumah warga. Di rumah inilah, komplotan pencurian hewan pernah beraksi. (Polsek Tegalsiwalan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TEGALSIWALAN – Aksi komplotan pencurian hewan yang berhasil dibekuk polisi, ternyata terbilang profesional. Bahkan pelaku dalam komplotan ini, memiliki peran tersendiri saat beraksi di rumah korban. Mereka bahkan diduga kerap berbuat nekat, lantaran selalu membawa senjata tajam tiap kali beraksi.

SATU KOMPLOTAN: Dari kiri-kanan Slamet, Ahmad Fauzi, Osnan dan Sulis. Keempatnya merupakan komplotan curanmor dan pencurian hewan yang sudah beraksi di banyak TKP. (Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Hal itu terungkap saat Polsek Tegalsiwalan menggelar rekonstruksi, Jumat (21/6). Proses rekonstruksi ini dilakukan guna mengembangkan pelaku tindak pencurian lainnya, serta melengkapi proses pemberkasan dalam penyidikan.

TKP rekonstruksi sendiri, pertama kasus curanmor di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tigasan. Kasus curanmor pada Februari 2019 itu, dua motor Honda Beat dan Honda Vario milik H. Dulamar, raib digasak pelaku. Rekonstruksi kedua lanjut di TKP Dusun Pancoran, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. Tiga sapi milik korban Noriman itu, dicuri oleh para pelaku.

Kapolsek Tegalsiwalan AKP Ida Bagus Gede saat dikonfirmasi mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk pengembangan kasusnya. Karena masih ada tiga pelaku yang masih DPO (daftar pencarian orang). Selain itu, rekonstruksi dilakukan untuk kelengkapan pemberkasan proses penyidikan.

”Kami bawa kelima pelaku ini untuk dilakukan rekonstruksi kasus pencurian hewan dan pencurian motor. Seluruh TKP-nyaberbeda,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo Kamis.

Untuk melengkapi pemberkasan proses rekonstruksi, dikatakan Kapolsek, pihaknya menggunakan tiga pemeran pengganti pelaku yang DPO. Seperti kasus pencurian hewan, modus operasinya mereka selalu membawa senjata tajam (sajam) dalam beraksi.

Pelaku pun beraksi sesuai peran. Sebagian pelaku masuk ke kandang sapi dan sisanya menunggu di luar. Sambil menunggu sapi dikeluarkan dari kandang, pelaku di luar menjaga kondisi dan situasi di luar.

”Tiga ekor sapi dalam kandang, berhasil dikeluarkan oleh pelaku dan dioper estafet untuk dibawa kabur,” terangnya.

Kapolsek menjelaskan, kelima pelaku yang telah berhasil diamankan, akan segera diproses penyidikannya. Nantinya, kelima pelaku itu akan disidik dalam berkas yang terpisah. Karena peran dan jumlah TKP kasus pencurian yang dilakukan tiap pelaku hampir berbeda.

”Sambil menunggu ketiga DPO itu ketangkap, kami proses penyidikan dan lanjut pemberkasan lebih dulu. Supaya, bisa segera disidangkan. Mereka semua akan dijerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara,” tegasnya.

Kelima pelaku yang berhasil diamankan adalah Ahmad Fauzi alias Uzi, 20, asal Dusun Gunung Damai RT 1/RW 6; Sules, 48, asal Dusun Gunung Damai RT 1/RW 6; Sapik alias Osnan, 45, asal Dusun Gunung Damai RT 1/RW 6. Ketiganya merupakan warga Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces.

Dua tersangka lagi adalah Slamet, 38, Desa Gunung Tengu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang; dan Ahmad Salim, 28, Dusun Kosambi, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. (mas/fun)