Hindari Polemik Bangunan Persemayanan Jenazah, MUI Undang Kades dan Camat

KRAKSAAN – Perizinan atas pembangunan tempat persemayanan jenazah di Desa Asedmbakor, Kecamatan Kraksaan, dipastikan sudah lengkap. Satpol PP setempat juga sudah mengecek bahwa warga di sekitar lokasi, tak menolak pembangunan tersebut.

Meski begitu adanya protes yang sempat dilakukan sebagian warga, tetap diantisipasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. MUI sudah memintai keterangan dari warga. Dalam waktu dekat, MUI juga akan mengundang Kades dan juga Camat setempat.

Hal itu, disampaikan H Yasin, Sekretaris MUI kabupaten setempat. Menurutnya, undangan tersebut dilakukan guna memintai keterangan. Sebab sebelumnya, ada versi dari warga mengatakan bahwa ada pembohongan mengenai proses pengeluaran izin.

“Sebelumnya kan warga ngomong bahwa dibohongi untuk tandatangan oleh kepala desa. Dimana Kades mengatakan untuk pembangunan toko modern,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, sebelumnya warga juga mengatakan bahwa tempat tersebut adalah tempat kremasi mayat. Karena itu, hal itu semua akan diklarifikasi berdasarkan keterangan pihak kepala desa dan juga camat.

“Semuanya akan melakukan tabayyun. Karena itu, kami akan mengundang pemerintah terkait. Sehingga nanti semuanya jelas,” ungkapnya.

Undangan tersebut akan dilakukan pihak MUI pada senin (24/6) mendatang. Mereka akan diundang langsung ke kantor MUI di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan. “Nanti kami klarifikasi bersama semua pengurus. Nanti seperti apa, kami akan putuskan pada hari itu,” terangnya.

Lebih lanjut, mengenai warga yang mengancam akan melakukan aksi jika tidak ada tindak lanjut, MUI mengharapkan warga tidak melakukan hal hal yang tidak perlu. Menurutnya, masyarakat harus mempercayakan semuanya kepada pihak MUI.

“Kami berharap agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan semua proses pada yang punya kewenangan. Tidak melakukan langkah-langkah sendiri yang bisa keliru dam merugikan semua pihak,” ungkapnya. (sid/fun)