e-Toll Paspro di Leces Alami Gangguan, Kartu Pengendara Tak Terdeteksi

LECES – Jalan tol Pasuruan-Probolinggo (paspro) sudah difungsikan sejak dua bulan terakhir. Jelang pemberlakuan tarif tol sepanjang 31,3 Km itu, masih menyisakan masalah pada alat e-Toll. Pasalnya, alat disana masih sering trouble dan pengendara pun harus membayar dengan tunai.

Kondisi itu dialami langsung hasil pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dua hari lalu. Saat masuk tol Paspro lewat pintu tol Probolinggo timur (Leces), keluar Bangil, dikenakan tarif Rp 29.000. Dengan sistem pembayaran di pintu exit tol Bangil, menggunakan e-Toll.

Beranjak sekitar pukul 22.00 saat dari Bangil keluar pintu exit tol Leces, hampir semua pengemudi tidak bisa membayar tol menggunakn e-Toll. Pengemudi saat menempelkan e-Toll ke alat, tidak terbaca. Akibatnya, palang pintu tol pun tidak terbuka.

Petugas pun menyampaikan untuk bayar tol secara tunasi. Dengan alasan, sistem tidak merekam kendaraan yang masuk dari Pasuruan atau Bangil. Sehingga, pengguna jalan tol yang keluar pintu exit Leces, membayar secara tunai.

”Tadi masuk tol mana mas? Tadi gunakan kartu tol yang sama? Ini sistem alatnya tidak merekam e-Toll-nya. Jadi harus bayar tunai yaa?,” kata petugas penjaga pintu tol Leces itu. Saat itu, petugas penjaga tol itu sudah memegang sejumlah uang pecahan di tangannya, sengaja disiapkan untuk layani pembayaran secara tunai.

Sukiran selaku manajer operasional PT Trans Jawa Tol Paspro mengatakan, selama ini di pintu exit tol Leces, pernah terjadi gangguan. Diantaranya saldo e-tiket pengguna jalan berkurang. Sehingga, di Leces harus top up, untuk pengisian e-Toll-nya. Akibatnya, timbulkan antrian kendaraan di belakangnya. ”Tapi kalau peralatan tidak ada, mas,” tandasnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/6).

Disinggung soal gangguan sistem alat e-Toll di exit Leces? Sukiran mengatakan, pihaknya akan tampung masukan itu dan akan koordinasikan dengan vendor peralatan supaya segera diperbaiki. Selama ini, laporan yang diterima hanya kendala saldo e-tiket tol kurang saja. ”Untuk maksimalnya, kami akan koordinasikan dengan pihak tendor peralatan. Supaya, saat pemberlakuan tarif tol sudah tidak ada gangguan sistem peralatan,” katanya. (mas/fun)