Duh, 871 Lembaga PAUD di Kab Pasuruan Belum Terakreditasi

BANGIL – Masih banyak lembaga pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Pasuruan yang belum terakreditasi. Dari seluruh lembaga yang ada, tak sampai 50 persen di antaranya terakreditasi.

Padahal, akreditasi tersebut dibutuhkan untuk memastikan mutu dan kualitas sebuah lembaga pendidikan. Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Kabupaten Pasuruan Heri Mulyono mengakui, jumlah lembaga PAUD yang terakreditasi masih minim.

Dari catatan Dinas Pendidikan setempat, saat ini ada sebanyak 1.140 lembaga PAUD. Terdiri atas 478 lembaga Kelompok Bermain (KB) dan 662 lembaga Taman Kanak-kanak (TK).

Namun, dari jumlah itu baru 269 lembaga PAUD yang terakreditasi. Rinciannya, 256 lembaga TK dan 13 lembaga KB. Artinya, masih ada 871 lembaga PAUD yang belum terakreditasi.

“Jumlah lembaga PAUD, baik TK maupun KB yang terakreditasi masih rendah. Karena belum separo dari jumlah keseluruhan lembaga yang ada di Kabupaten Pasuruan,” kata Heri Mulyono.

Ia mengaku, terus mendorong agar lembaga-lembaga PAUD di Kabupaten Pasuruan bisa terakreditasi. Hanya memang, tidak mudah untuk mewujudkannya. Karena banyak hal yang harus ditangani agar bisa mendapatkan akreditasi tersebut.

Baik dari sisi administrasi, sumber daya manusia (SDM), maupun sarana dan prasarananya harus menunjang. “Kami lakukan pendampingan-pendampingan agar lembaga PAUD yang terakreditasi bisa bertambah. Memang tak mudah karena harus ditunjang dengan anggaran yang tak murah,” sambung dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Shobih Asrori memandang, keberadaan lembaga pendidikan seharusnya memang terakreditasi. Hal itu dimaksudkan untuk menjamin mutu dan kualitas lembaga tersebut.

“Lembaga pendidikan termasuk PAUD, memang harus terakreditasi. Karena itu, kami mendorong agar Dinas Pendidikan bisa mendukung lembaga-lembaga yang ada agar mampu meraih akreditasi,” janjinya. (one/mie)