BPBD: Waspadai Perubahan Suhu Mendadak di Musim Kemarau

PURWOREJO – Kota Pasuruan saat ini mulai memasuki kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun mengimbau masyarakat setempat mewaspadai perubahan suhu secara mendadak. Kondisi ini tidak terlepas dari perubahan arah angin muson.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko mengungkapkan, saat ini sebagian besar wilayah Jatim telah memasuki musim kemarau. Yakni, angin muson timur tenggara yang membawa masa udara dari Benua Australia yang bersifat dingin dan kering.

Akibatnya, kondisi cuaca di wilayah Jatim bersifat panas dan kering pada siang hari. Serta, bersifat dingin pada malam hingga pagi hari. Ini, dikarenakan saat kemarau, langit cerah dan tidak tertutup awan. Radiasi sinar matahari yang diterima oleh bumi dipancarkan ke luar angkasa saat malam.

“Karena tidak adanya tutupan awan, maka energi tersebut akan diteruskan secara besar besaran ke luar angkasa yang berakibat suhu di bumi menjadi dingin. Ini, normal terjadi saat kemarau,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, bersadarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perlu adanya kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jatim. Sebab, adanya daerah tekanan rendah di Samudra Pasifik bagian barat dan tekanan tinggi di Benua Australia.

Karena itu pula, perlu diwaspadai juga adanya potensi peningkatan tinggi gelombang laut di perairan Jatim. Pada saat kemarau, juga terdapat angin berembus dengan kencang dan bersifat lokal di daerah Pasuruan dan Probolinggo yang disebut angin Gending.

“Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan akibat adanya perbedaan suhu pada siang dan malam hari. Bagi masyarakat pesisir serta pengguna transportasi laut, harap waspada potensi gelombang tinggi,” terang Catur. (riz/mie)