Bangun RS Baru di Kota Probolinggo, Butuh Rp 400 M

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo makin serius merealisasikan rencana pembangunan RSUD baru di wilayah selatan Kota Probolinggo. Namun, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Minimal, harus ada anggaran dana Rp 400 miliar untuk membangun rumah sakit tipe B.

Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri menegaskan hal itu, setelah bertemu dengan tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berkunjung Jumat (21/06). Menurutnya, realisasi pembangunan rumah sakit baru itu sudah mendesak. Lihat videonya disini.

“Keberadaan rumah sakit baru ini penting untuk Kota Probolinggo. Sudah banyak yang tahu bahwa kondisi RSUD dr Mohamad Saleh sekarang overload,” ujar Subri –sapaan Moch Soufis Subri-.

Perlu ada rumah sakit baru dengan daya tampung yang lebih besar. Sehingga, bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk fasilitas kesehatan.

Karena itu, Pemkot Probolinggo berencana mendirikan RSUD tipe B. Seperti halnya RSUD dr Mohamad Saleh saat ini.

“Perkiraan anggaran untuk membangun RSUD baru ini sekitar Rp 400 miliar. Itu, sudah termasuk anggaran untuk peralatan di rumah sakit,” ujarnya.

Pemkot sendiri, menurut Subri, melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan pembangunan RSUD baru itu. Wali Kota Hadi Zainal Abidin misalnya, telah menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit itu pada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 15 Mei. Saat itu, Wali Kota mengajukan proposal pembangunan rumah sakit pada presiden. Selain itu, rencana tersebut juga sudah disampaikan ke Badan Perencana Nasional (Bappenas) serta Kementerian Kesehatan.

Pemerintah Pusat, menurut Subri, menyetujui rencana pembangunan rumah sakit baru itu. Tahun ini diperkirakan rencana itu akan dimulai dengan lebih dulu membangun jembatan menuju lahan yang akan digunakan untuk rumah sakit baru.

Tim dari Kemenkes juga berkunjung ke RSUD dr Mohamad Saleh, Jumat (21/6). “Kunjungan dari Kemenkes ini adalah menindaklanjuti pertemuan Wali Kota dengan pihak Kemenkes beberapa waktu lalu. Juga untuk menindaklanjuti rencana pembangunan RSUD baru,” ujarnya.

Subri pun optimistis pada tahun 2020 bisa dilakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah sakit baru. Untuk selanjutnya, dimulai pembangunan fisiknya. (put/hn)