Setahun, Ada 8 Pencurian di Banjarsawah, Enam Belum Terungkap

TEGALSIWALAN – Penangkapan lima komplotan pencurian yang beraksi di sejumlah wilayah Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, diapresiasi sejumlah kepala desa setempat. Dengan penangkapan itu, diharapkan bisa meminimalisasi tindak kriminal yang belakangan ini cukup marak di wilayah setempat.

Agar suasana kian aman, sejumlah kades pun berharap tiga komplotan lain yang masih buron bisa segera ditangkap. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Kades Banjarsawah Moh Saleh.

Sang Kades mengaku, di Banjarsawah sendiri, selama setahun terakhir sudah terjadi delapan kali kasus pencurian. Dua di antaranya sudah terungkap. Sementara enam di antaranya masih belum.

Disebutkan Saleh, selama ini sejumlah kades di Tegalsiwalan kerap resah. Sebab, aksi pencurian cukup marak. Saat wilayah barat dijaga, eh di wilayah timur kebobolan. Begitu juga sebaliknya.

“Padahal, Saya tidurnya pukul 03.00 lho, Mas. Sebab, saya patroli bersama warga lainnya. Namun, ya gitu. Saat kami (jaga) di utara, selatan yang kebobolan. Dan yang paling membuat berat kalau sudah kebobolan, warga bilangnya kades-nya tidur terus,” keluh Moh Saleh.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kades Sumberbulu Supmawati. Menurutnya, pihak perangkat desa dan sejumlah warga sejatinya sudah terus melakukan patroli.

Namun, menurut Supmawati, lebih pintar malingnya. “Padahal, kami terus patroli. Tapi, memang pinteran malingnya. Makanya, selain kami lebih masifkan patroli, kami juga berharap pihak kepolisian segera menangkap tiga DPO lainnya,” harapnya.

Disebutkan Supmawati, pelaku pencurian sekarang ini lebih berani. Sebab, sudah nekat mencuri di wilayahnya sendiri. “Kalau dulu, kan banyak pelaku yang tidak mengambil di wilayahnya sendiri? Namun saat ini, pelaku lebih berani,” tandasnya.

Selain itu, menurutnya, jika dilihat dari kondisi pelaku, mayoritas tindak kriminal dilakukan oleh warga (pelaku) yang tingkat pendidikannya rendah. Sehingga, berdampak pada ekonominya.

“Kami terus berupaya untuk mensejahterakan warga kami dengan pendidikan yang memadai. Agar mampu mengubah ekonomi yang ada. Sehingga, tidak muncul generasi tindak kriminal yang baru,” harapnya. (rpd/mie)