Rutan Bangil Susah Naik Kelas Karena Alasan Ini

BANGIL – Luasan lahan yang tak menunjang, membuat Rutan Bangil susah naik kelas. Padahal, kenaikan kelas itu bermanfaat bagi warga binaan, untuk bisa mendapatkan pembinaan yang optimal.

Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto menyampaikan, dari sisi bangunan, Rutan Bangil sejatinya bisa untuk naik kelas. Namun, hal itu tidak bisa terealisasi, lantaran luasan lahan yang kurang menunjang.

Saat ini, luasan lahan yang ada di Rutan kelas II B itu hanya 4.400 meter persegi. Padahal, luasan lahan yang ideal untuk bisa naik kelas, setidaknya satu hektare. “Susah untuk Rutan Bangil bisa naik kelas ke Lapas II B atau Rutan kelas II A,” kata Wahyu.

Memang, kata Wahyu, belum ada usulan Rutan Bangil untuk naik kelas. Karena usulan kenaikan kelas, dilakukan oleh Kanwil Jatim di Surabaya. Luasan lahan yang kurang menunjang itulah, dimungkinkan menjadi pertimbangan Kanwil untuk tidak melakukan pengajuan kenaikan kelas Rutan Bangil.

Menurut Wahyu, banyak keuntungan yang bisa didapatkan, bila naik kelas. Baik untuk pejabat Rutan sendiri ataupun untuk warga binaan. Karena kenaikan kelas, berpengaruh kepada pejabat struktural di Rutan Bangil.

Jumla pegawai strukturalnya, bisa bertambah dibandingkan dengan jumlah yang ada saat ini. Sehingga, pembinaan kepada warga binaan, bisa lebih dimaksimalkan.

“Pembinaan sudah ada. Tapi, bisa lebih maksimal, jika kenaikan kelas dilakukan. Sebab, ada petugas-petugas khusus, yang melakukan pembinaan untuk warga binaan tersebut,” pungkasnya. (one/fun)

SERING OVERLOAD: Tampak depan Rutan Bangil. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)