Postingan Kontroversi Tentang Agama Bakal Dibahas di MUI

KRAKSAAN – Posting-an akun facebook (FB) Ponco Suro mengenai agama berbuntut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo serius menyikapi posting-an itu.

MUI berencana membahas posting-an itu melalui Komisi Fatwa. Pembahasan akan dilakukan Senin (24/6). Alasannya, postingan tersebut dikhawatirkan mengganggu ketenangan masyarakat.

H Yasin, sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo menegaskan, pembahasan dilakukan menyusul laporan yang diterima MUI. Menurutnya, MUI menerima laporan mengenai posting-an tersebut dari warga yang resah.

Begitu dapat laporan, MUI langsung mengumpulkan data dan bukti-bukti perihal posting-an itu. “Ada yang menyampaikan terkait posting-an di FB itu. Kemudian kami kumpulkan data untuk dibahas,” jelasnya.

Dari mana sumber data yang didapat, Yasin enggan menyebut. Menurutnya, hal itu tidak perlu diketahui. Tetapi, yang terpenting data itu nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam pembahasan bersama komisi fatwa.

Yasin pun mengaku sudah berkomunikasi dengan jajaran internal MUI guna membahas hal itu. Sebab, pihaknya tidak ingin berlarut-larut dalam menyikapi masalah itu. Jika ditunda, menurutnya, dikhawatirkan menjadi kegelisahan di kalangan masyarakat.

“Segera kami menyikapi hal ini bersama komisi fatwa. Senin akan kami bahas. Karena masuk wilayah publik, maka menjadi konsumsi publik dan harus ditangani,” tandas Yasin.

Sampai masalah itu dibahas Komisi Fatwa, menurut Yasin, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah posting-an di akun FB Ponco Suro masuk penistaan agama apa tidak. Terutama posting-an tertanggal 11 Juni.

Posting-an tanggal 11 Juni itu ada dua. Isinya; carilah fakta kebenaran, dari apa yang kau anggap benar, termasuk tentang tuhan. Satu lagi yaitu; alloh tdk akan mengampuni dosamu, kcuali kau yang mngampuni dosamu.

“Kami masih belum berani menyimpulkan. Kami masih akan melakukan pembahasan bersama Komisi Fatwa untuk menyimpulkan hal itu,” ujar Yasin saat ditemui di kantor MUI Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center, Kraksaan.

Saat ini MUI berharap masyarakat tetap tenang. Masyarakat juga diminta untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah itu kepada pihaknya.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan semua proses pada yang punya kewenangan. Tidak melakukan langkah sendiri yang bisa keliru dam merugikan semua pihak,” tuturnya.

Akun Ponco Suro sendiri diketahui milik Ormat, 47, warga Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan penelusuran media ini, akun Ponco Suro rajin mem-posting pemahaman-pemahaman tertentu.

Sejumlah posting-an bahkan menuai kontroversi. Sehingga, belakangan meresahkan warganet yang membaca. Misalnya, posting-an tanggal 11 Juni; carilah fakta kebenaran, dari apa yang kau anggap benar, termasuk tentang tuhan.

Masih 11 Juni; alloh tdk akan mengampuni dosamu, kcuali kau yang mngampuni dosamu. 4 Juni; islam itu bukn ajaran, bukan ilmu, bukan pngetahuan, bukan hukum juga bukan agama. 31 Mei; dg dasar apa mengaku alloh itu tuhanmu.

 

Polsek Serahkan pada MUI

Di sisi lain, posting-an dari akun FB Ponco Suro milik Ormat, juga disikapi cepat oleh Polres Probolinggo Kota. seperti diungkapkan Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi, Kamis (20/6).

Menurutnya, pasca posting-an itu muncul di FB, anggota polsek dan intel Polres Probolinggo Kota melakukan koordinasi. Mereka kemudian mendatangi rumah Ormat guna mengklarifikasi hal tersebut.

“Jadi memang kami bersama intel Polresta datang ke rumah Ormat, beberapa hari lalu. Tujuannya, mengklarifikasi masalah ini,” terangan.

Menurut AKP Wahyudi, pihaknya mengetahui posting-an tersebut dari FB. Tidak ada yang melapor secara resmi kepada mapolsek.

Saat ini, menurutnya, pihaknya menyerahkan kasus itu pada MUI Kabupaten Probolinggo. Sebab, sejauh ini diketahui Ormat tidak melakukan hal yang melanggar hukum.

“Hasil dari klarifikasi, tidak ada warga sekitar yang merasa diresahkan. Termasuk tidak adanya tindakan kriminal yang melanggar hukum. Oleh sebab itu, kami serahkan pada MUI Kabupaten Probolinggo terkait dengan kasus tersebut,” tambah AKP Wahyudi. (sid/rpd/hn)