Pengusaha Tempe Diminta Memperkuat Manajemen Usaha

WONOASIH – Tak hanya memberikan penilaian terhadap pengembangan kampung tematik. Tim juri lomba kampung tematik Kota Probolinggo juga memberikan masukan terkait pengembangan kampung tematik.

Hal itu seperti terlihat saat tim juri mengunjungi Kampung Usaha Tempe (Kangmas Pete) di kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih. Tim juri menyarankan untuk memperkuat manajemen usaha di kalangan perajin tempe.

Hal itu diungkapkan oleh Sudarmanto, juri dari Forum Corporate Social Responsibility (CSR) saat melakukan kunjungan lapangan ke kampung usaha tempe. “Disampaikan kendala dari pelaku usaha tempe ini, dalam hal pengelolaan keuangan usaha. Nah, di sini artinya pelaku usaha ini perlu memperkuat manajemen usahanya,” ujarnya.

Ada beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk memperkuat manajemen pelaku usaha tempe. Seperti membentuk komunitas pengusaha tempe di Sumber Taman atau memperkuat branding produksi tempe di Sumber Taman.

“Seperti tadi disampaikan Pak Suyuti (salah satu juri yang juga general manager Jawa Pos Radar Bromo), perlu memperkuat branding produk tempe Sumber Taman. Jika branding produk tempe sudah kuat, maka tidak perlu khawatir dengan adanya saingan dari daerah lain yang juga membuat tempe,” jelasnya.

Sementara itu, HA Suyuti mengungkapkan, branding tempe dari Sumber Taman harus kuat. Sehingga, meskipun daerah lain membuat tempe, orang tetap akan mencari tempe dari Sumber Taman.

Sementara itu, Sri Astuti, koordinator Kampung Mas Pete menjelaskan, kelurahan Sumber Taman telah lama dikenal sebagai penghasil tempe. Total ada 37 perajin tempe di 3 RT (rukun tetangga).

“Paling banyak di RT 3 ini, ada 26 perajin tempe. Mayoritas, masih memproduksi tempe untuk konsumsi,” ujarnya.

Sri juga menjelaskan, sudah ada sebagian perajin yang membuat produk olahan tempe. Seperti dibuat keripik tempe. “Rencana ke depan, tempe dari Sumber Taman tidak hanya dijual dalam bentuk tempe. Tapi, juga menjadi berbagai macam produk lain seperti keripik tempe, stik tempe, dan brownies tempe,” harapnya. (put/mie)