Pelaku Begal asal Rembang Dibekuk setelah Buron 3 Tahun

BANGIL – Berakhir sudah pelarian Rohim, 25, dari kejaran polisi. Pemuda asal Dusun Cengkelek, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Rembang ini diringkus polisi, setelah sempat buron sejak tiga tahun silam. Ia ditangkap anggota buser Polres Pasuruan, Rabu siang (19/6) di rumahnya.

Kanit Jatantras Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Maryana menyampaikan, tersangka ditangkap atas keterlibatannya dalam aksi begal. Ia melancarkan aksi tersebut, pada 8 Desember 2016 lalu.

Tersangka tidak sendirian. Ia bersama tiga rekannya dalam menjalankan aksi. Mereka adalah Nur Hidayat, Matjani dan Nur Kholis. “Ketiga teman tersangka, telah tertangkap lebih dulu,” kata Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima.

Maryana menambahkan, keempat tersangka mengendarai motor Honda Beat, saat melancarkan aksi. Mereka melancarkan aksi begal itu, saat melihat korban melintas di jalan Bangil-Sukorejo, Dusun Watulunyu, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang.

Korban aksi kejahatan itu, menimpa Moch. Fathurrozi, 21, warga Dusun Beran, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. Ketika itu, korban hendak pulang. Ia mengendarai motor Honda Beat nopol N 5099 TBD sendirian, sekitar pukul 22.30.

“Begitu melihat korban, keempat tersangka yang mengendarai dua motor secara berboncengan, memepetnya. Pelaku kemudian mencabut kontak motor hingga membuat motor korban terhenti. Sementara dua pelaku lain, langsung mengeluarkan sajam jenis celurit,” tambah Maryana.

Hal itu membuat korban ketakutan. Ia pun lari, untuk menyelamatkan diri. Sementara, motor yang ditinggalnya, kemudian digondol para pelaku. Korban lalu lapor ke polisi. Dari laporan itulah, petugas bergerak untuk melakukan pengejaran. Hingga satu persatu pelaku akhirnya ditangkap. Termasuk Rohim, yang ditangkap di rumahnya.

Kepada petugas, Rohim tak mengelak dengan apa yang dilakukannya. “Ia mengaku menerima bagian Rp 700 ribu, dari hasil kejahatan tersebut,” pungkasnya. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya, 9 tahun penjara. (one/fun)