Mayat Bayi Perempuan Dibuang di Pinggir Sungai Sumbergedang

PANDAAN–Suharto baru pulang dari sawah, Kamis (20/6) sore itu. Saat menyusuri jalan pulang di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sebuah bungkusan plastik di pinggir jalan yang bersebelahan dengan sungai, menarik perhatiannya. Sebab, sekilas sebuah boneka terlihat di balik bungkusan. Suharto jadi curiga karena boneka itu dikerumuni lalat.

Maka, lelaki 60 tahun itu pun mendekat dan melihat isi bungkusan. Saat itulah, diketahui ternyata isi bungkusan bukan boneka. Melainkan bayi perempuan dengan tali pusar masih melekat.

Suharto pun langsung menghubungi ketua RT setempat di Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Warga Dusun Kedondong itu melaporkan bayi perempuan yang baru ditemukannya di tepi jalan berumput, di pinggir aliran sungai.

Ketua RT lantas melapor ke kepala Desa Sumbergedang yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Pandaan. Tak lama kemudian, petugas Polsek Pandaan datang ke lokasi kejadian.

Saat ditemukan, sekitar pukul 16.00, bayi perempuan itu terbungkus kain handuk, rok perempuan, kulot dan celana dalam yang disertai bercak darah. Saat itu juga, mayat bayi dievakuasi ke kamar mayat RSUD Bangil dengan menggunakan mobil ambulans Puskesmas Pandaan.

Sementara barang bukti (BB) yang ditemukan di TKP, diamankan ke Mapolsek Pandaan. Ada lima item BB yang diamankan. Yaitu, kantong plastik, kain handuk, rok perempuan, kulot, dan celana dalam.

Kanit Reskrim Polsek Pandaan Iptu Suparlan menduga, bayi perempuan itu hasil hubungan gelap. Dengan berat badan yang hanya 1,3 kg dan panjang sekitar 40 sentimeter, bayi perempuan itu diperkirakan berusia 5 bulan dalam kandungan.

“Mayat bayi perempuan ini diduga hasil hubungan gelap dan baru dilahirkan. Panjang tubuh sekitar 40 sentimeter, berat 1,3 kilogram dengan usia kehamilan sekitar lima bulan,” terang Iptu Suparlan.

Diperkirakan Iptu Suparlan, bayi itu dibuang malam hari. Sehingga, tidak ada yang melihat. Bayi sengaja dibuang di tempat itu karena jalan tersebut jauh dari permukiman.

Meski demikian, jalan itu merupakan akses utama ke sebuah persawahan. Juga jalan ke arah Kecamatan Trawas. Sepeda motor dan mobil pun bisa melintas, walaupun jalannya kecil.

“Jadi, jalan ini cukup ramai meski jauh dari permukiman penduduk. Karena itu, kalau dibuang pagi atau siang hari, pasti akan ketahuan. Karena itu, kami menduga bayi dibuang saat malam hari,” lanjutnya.

Adapun dugaan bayi ini merupakan hasil hubungan gelap, menurut Suparlan, didasarkan pada pemeriksaan tiga saksi dan penyelidikan di lapangan. Iptu Suparlan menjelaskan, sesaat setelah penemuan bayi itu, penyelidikan di lapangan langsung dilakukan.

Petugas Polsek Pandaan dan petugas Buser Barat Polres Pasuruan langsung menelusuri terduga pelaku di lapangan. Petugas mendatangi ketua RT, bidan, dan indekosan dalam radius sekitar 500 meter dari tempat bayi ditemukan.

Tujuannya untuk mengetahui apakah ada perempuan yang sedang hamil di sekitar lokasi. Namun, hasilnya nihil. Karena itu, diperkirakan pembuang bayi bukan warga setempat.

“Tidak mungkin juga kalau warga setempat membuang bayi di tempat dekat situ. Jadi diperkirakan, pelakunya bukan warga setempat,” tegasnya. (zal/hn)