Kotak Amal Masjid Al Hidayah di Mangunharjo Kembali Dibobol

KEMBALI KEBOBOLAN: Polisi saat melakukan olah TKP kotak amal masjid Al Hidayah yang dibobol pada 13 September 2018 lalu. Insert, kondisi kotak amal dari kayu yang dibobol Rabu petang (19/6). (Dok. Radar Bromo-Istimewa)

Related Post

MAYANGAN – Kotak amal di Masjid Al Hidayah di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, kembali dibobol. Dari rekaman closed circuit television (CCTV), aksi pencurian itu terjadi Rabu (19/6) sore. Pelakunya, diduga ada tiga orang.

Sekretaris Takmir Masjid Ahmad Kholis menerangkan, yang mengetahui awal kotak amal dibobol adalah petugas kebersihan masjid. Menurut Kholis, sekitar pukul 15.30, petugas melihat kotak amal tersebut bergeser dari posisi semula.

Awalnya, kotak amal itu diletakkan lurus dengan pintu. Nah, saat itu kotak amal sudah bergeser ke arah selatan. Setelah dilakukan pengecekan, rupanya kunci dan tutup kotak amal tersebut sudah dicongkel. Sementara seluruh uang yang ada di dalam kotak raib digondol pelaku.

“Sebelumnya, kotak amal tersebut juga pernah dirusak dan dibobol. Awalnya terbuat dari kaca yang mengundang minat pencuri. Lantaran itu, petugas melapisinya dengan kayu. Namun rupanya tetap saja kebobolan. Ke depan, rencananya akan kami lapisi pelat,” terang Kholis.

Ya, pada 13 September 2018 lalu, kotak amal masjid setempat juga dibobol. Ada dua kotak amal dari kaca yang dirusak saat itu. Duit amal yang hilang saat itu diperkirakan lebih dari Rp 500 ribu.

Tak hanya itu, ketiga pelaku rupanya mengetahui jika ada CCTV yang terpasang di masjid. Sehingga, pelaku menarik kotak amal dan diletakan di pilar sisi selatan masjid.

Sehingga, aksi mereka tidak terjangkau oleh CCTV. “Jadi, sempat terekam ketika pelaku memindahkan kotak amal ke pilar tersebut,” imbuhnya.

Disinggung mengenai uang yang ada di kotak tersebut, menurut Kholis, sekitar Rp 350 sampai Rp 400 ribu. “Jadi, tiap Jumat kami ambil dan hitung. Pada Puasa lalu, sampai Rp 1 juta. Namun, jika bukan bulan puasa, berkisar Rp 350 sampai Rp 400 ribu,” bebernya.

Sampai tadi malam, petugas takmir masjid belum melaporkan aksi pencurian kotak amal itu ke pihak kepolisian. (rpd/mie)