Korban Pencabulan Ayah, Lahirkan Anak Prematur yang Akhirnya Meninggal

PAJARAKAN – Kasus pencabulan yang dilakukan seorang ayah berinisial MD, 30, terhadap anak kandungnya terus didalami penyidik Polres Probolinggo. Terbaru, polisi mengungkapkan jika anak hasil hubungan gelap itu lahir prematur dan meninggal dunia.

Fakta baru itu terkuak berdasarkan kesaksian warga. Janin yang dikandung korban Bunga (nama samaran), 15, dilahirkan di Bali.

Setelah pulang ke Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, mereka tak pernah membawa pulang bayi. Sehingga, menimbulkan banyak pertanyaan dari para tetangganya.

Sumber Jawa Pos Radar Bromo mengatakan, setelah pulang dari Bali, beberapa waktu lalu, MD hanya pulang bertiga, bersama istri dan anaknya (korban). Mereka tidak membawa bayi hasil pencabulan MD terhadap Bunga. Sedangkan, perut Bunga yang awalnya buncit, sudah kempes.

“Korban sudah seperti anak cewek biasa, tidak hamil. Dengar-dengar, sudah lahiran di Bali. Tapi, kami tidak pernah melihat anaknya,” ujarnya. Karenanya, banyak masyarakat sekitar yang bertanya-tanya. Terutama, terkait dengan bayi korban.

“Yang pasti bertanya-tanya. Kan berangkatnya hamil, tapi setelah pulang perutnya kempes. Masyarakat tidak ada yang tahu. Apakah ditinggal di Bali atau bagaimana,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini.

Teka-teki ini sudah dipecahkan oleh penyidik Polres Probolinggo. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Bripka Reny Isnaini mengatakan, bayi korban terlahir prematur. “Bayinya meninggal. Ia lahir secara prematur pada usia kandungan sekitar delapan bulan,” ujarnya.

Menurutnya, karena meninggal, bayi itu dikebumikan di Bali. Sehingga, saat korban dan orang tuanya pulang ke Kecamatan Gading, hanya bertiga. “Langsung dimakamkan di sana (Bali). Tidak dibawa pulang,” ujar Reny.

Diketahui, MD, warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, diamankan anggota Polres Probolinggo. Dia disangka mencabuli anak kandungnya, Bunga. Akibat ulahnya, Bunga hamil dan sudah melahirkan.

Selama digagahi, korban tidak pernah bercerita kepada siapapun, termasuk ibunya. Kasus ini terbongkar setelah sang ibu melihat sendiri korban dicabuli MD untuk ke sekian kalinya.

Karenanya, korban kemudian berkata jujur kepada ibunya, bahwa yang menghamilinya ayah kandungnya, bukan pacar seperti pengakuan sebelumnya.

Kini, kasus ini terus diproses. Reny mengatakan, untuk merampungkan berkas perkara kasus ini, pihaknya telah memintai keterangan empat saksi. Termasuk saksi korban. Kepada penyidik, korban mengakui telah disetubuhi ayah kandungnya berulang-ulang. “Bilangnya hanya berulang kali,” ujar Reny. (sid/rud)