Kesal Diberi Upah Rp 50 Ribu saat Bantu-Bantu, Warga Bulujaran Otaki Pencurian

KOMPLOTAN: Lima komplotan pelaku pencurian yang kerap beraksi di wilayah Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo saat dirilis. Dua di antaranya ditembak lantaran berupaya melawan. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TEGALSIWALAN – Dari lima pelaku pencurian yang beraksi di sejumlah wilayah Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, mayoritas adalah eksekutor. Hanya Ahmad Salimm, 28 yang tercatat sebagai otak pencurian saja.

Warga Dusun Kosambi, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo itu terlibat dalam pencurian dua ekor sapi. Dengan korban Toli, warga Dusun Kosambi, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan.

Aksi pencurian itu sendiri dilakukan Fauzi, Sules, Slamet, Al, dan Sn. Dari pencurian itu, Toli mengalami kerugian sekitar Rp 16 juta.

Rupanya, aksi pencurian sapi milik Toli itu bermotif balas dendam. Pencurian itu diotaki Ahmad Salim. Ia kesal lantaran hanya diberi uang Rp 50 ribu usai membantu mengangkut tanah uruk milik Toli.

Dari situ, Salim menyuruh Fauzi dan rekan-rekannya untuk mencuri dua sapi milik Toli. “Untuk sapi milik Toli satu ketemu dan satu lagi sudah dijual. Oleh karena itu, Ahmad Salim sebagai penunjuk dan juga yang menyuruh melakukan aksi pencurian juga ditangkap,” ujar Kapolsek Tegalsiwalan AKP Ida Bagus Gede.

“Untuk Salim, terancam pasal 55 ayat 1 jo Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan tujuh tahun. Sedangkan lainnya, ancamannya 9 tahun,” terang Bagus Gede.

Polisi juga menduga komplotan ini tak hanya beraksi di Tegalsiwalan. “Jadi, selain di Kabupaten Probolinggo, mereka juga bergerak di Lumajang. Makanya ini banyak juga yang menanyakan terkait dengan komplotan tersebut,” imbuh Bagus. (rpd/mie)