Hanya Dihadiri 13 Anggota, Paripurna DPRD Kota Probolinggo Tetap Jalan

KANIGARAN – Pemandangan banyak kursi kosong terlihat saat DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat Paripurna, Rabu (19/6) malam. Dari jumlah 29 anggota dewan (1 anggota dewan meninggal), hanya 13 anggota dewan yang datang. Itu pun termasuk pimpinan dewan.

Paripurna malam itu sendiri, mengagendakan pembacaan nota Penjelasan Raperda Rencana Pembangunan jangka Menengah Daerah Kota Probolinggo tahun 2019-2024. Serta, Raperda Perubahan Peraturan Daerah Kota Probolinggo Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Dari 13 anggota dewan yang hadir itu, 6 di antaranya dari F PDIP; 2 anggota dari Fraksi Golkar; 2 anggota dari Fraksi Gede; 2 anggota dari Fraksi Nasdem, dan 1 anggota dari F PKB.

Meski jumlah anggota dewan tak penuhi kuorum, paripurna itu tetap dilanjutkan. “Rapat paripurna ini tetap dilakukan karena agendanya adalah penyampaian nota penjelasan. Bukan untuk membuat keputusan,” jelas Agus Rudianto Ghofur, ketua DPRD Kota Probolinggo.

Agenda rapat paripurna itu awalnya dijadwalkan tepat pukul 19.00. Namun, baru dimulai sekitar pukul 20.00.

Agus Rudianto Ghofur sendiri kurang mengetahui penyebab ketidakhadiran sejumlah anggota dewan. “Kalau terkait pasca pemilu, sepertinya tidak ya. Saya tidak kembali terpilih juga tetap hadir,” ujar politisi PDIP ini.

Rudi –sapaan akrab ketua DPRD- memastikan, telah menyampaikan kepada semua anggota untuk hadir dalam rapat paripurna. Terkait banyak yang tak hadir, disebutkan akan ada sanksi tersendiri. “Sanksinya ini akan disampaikan melalui Badan Kehormatan (BK),” jelasnya. (put/mie)