Bondet Meledak di Sumberdawesari Gegerkan Warga, Eks Kades Sempat Diamankan Polisi

GRATI – Warga Dusun Sumber, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan dibuat gempar, Kamis malam lalu (20/6). Itu setelah warga setempat mendengar bunyi ledakan bondet dari belakang rumah Nasroh, warga desa setempat.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com, peristiwa ini bermula dari cekcok antara Suhul Taubat, 70, dengan salah satu tetangganya, Hariyanto, 45. Pasalnya saat itu, Hariyanto yang merupakan pekerja bangunan untuk rumah Suhul, tidak masuk.

Alhasil, Suhul yang diketahui mantan Kades Sumberdawesari tersebut, datang membawa celurit dan hendak membacok Hariyanto. Namun, Hariyanto berhasil menahan tangan Suhul dan membuat Suhul terjatuh. Suhul malah sempat di tolong oleh Hariyanto.

Kamis malam sekitar pukul 21.00, tiba tiba terdengar suara bondet meledak di belakang pekarangan rumah Rusmanu yang berada di timur Rumah Hariyanto. Atau jaraknya berlokasi dua rumah dari kediaman Suhul.

Mendengar suara ledakan ini, warga pun berdatangan. Tak lama kemudian, salah satu putra Suhul yakni Dandi, 18, keluar membawa tas dan lari ke barat. Ia lantas meletakkan tas tersebut di rumah Nasroh.

Selanjutnya, ia kembali ke rumahnya dan keluar lagi dengan pria tidak dikenal membawa kardus. Kardus ini diletakkan di tengah kebun pohon sengon milik Tinah, warga Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati.

Setelah itu, Dandi dan pria tidak dikenal ini kembali ke rumahnya. Tak lama kemudian, warga datang bersama anggota polsek Grati dan menemukan tas dan kardus yang dibuang oleh Dandi.

Kardus ini ternyata berisi bondet, sementara tas lainnya berisi satu buah senjata api (senpi) dan dua buah senjata tajam (sajam). Suhul dan Dandi sempat dibawa ke Polsek Grati namun langsung dipulangkan ke rumahnya.

Kades Sumberdawesari, Budiono Subari menjelaskan pemdes berharap agar ada penanganan dari pihak berwajib. Sebab, kondisi ini sudah berulang kali dilakukan Suhul. Tujuannya agar desa tetap aman.

“Harus ada efek jera dari Polsek maupun polresta pasuruan. Kalau tidak segera ditangani, khawatirnya masyarakat melakukan aksi main hakim sendiri,” sebut Budiono saat di temui di balai desa.

Kapolsek Grati, AKP Suyitno enggan menjelaskan peristiwa ini pada wartawan radarbromo.jawapos.com. Namun, ia mengaku polsek sudah menangani insiden ini dan memeriksa tujuh orang saksi.

“Maaf, saya belum bisa berkomentar. Yang jelas kami bekerja sama dengan Satreskrim sudah melakukan penanganan dan pemeriksaan pada saksi. Namun, terlapor belum di tangkap,” sebut Suyitno. (riz/fun)