Agus Salim, Pemuda Panggungrejo yang Bernadzar Berjalan Kaki untuk Temui Gubernur Jawa Timur Khofifah

Beberapa hari lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan aksi pemuda Panggungrejo, Kota Pasuruan yang berjalan dari Kota Pasuruan ke Grahadi, Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur. Namun apa visi misi pemuda anak nelayan Kota Pasuruan untuk nekat berjalan kaki ke Grahadi?

—————

Kamis siang (20/6), radarbromo.jawapos.com berniat mengunjungi Rumah Agus Salim. Pemuda yang beberapa hari ini viral di sosial media setelah melakukan aksi berjalan kaki dan berlari dari Kota Pasuruan menuju Grahadi, Surabaya.

SENANG: Agus Salim di depan Grahadi, Surabaya. (Agus Salim for Jawa Pos Radar Bromo)

Setelah melakukan janji lewat Lurah Panggungrejo, Hermanto, radarbromo.jawapos.com akhirnya bertemu dengan Muhammad Agus Salim, 22, warga Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Kendati lokasi rumah cukup masuk ke gang, hampir masyarakat sekitar mengenal Agus Salim. Bahkan namanya kian populer setelah aksinya berhasil mencuri perhatian Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur. Sehingga Minggu (16/6) lalu, Agus ditemui secara pribadi di Grahadi, Surabaya.

Agus Salim saat ditemui masih tampak semringah. Kendati baru datang dari rumah kakak perempuannya di Winongan, Agus menyempatkan pulang kembali ke Panggungrejo untuk bertemu.

“Maaf ya hanya begini saja keadaannya, disini hanya tinggal saya dan bapak,” terangnya.

Ibu Agus Salim memang sudah tiada, sehingga tinggal Ayahnya, M. Anas yang berprofesi sebagai nelayan. Sedangkan kakak perempuannya sudah menikah dan tinggal di Winongan. Setelah lulus dari SMA Salahuddin, Kota Pasuruan 2014 lalu, Agus memang sempat mencoba melaut. Namun keinginan mencari pengalaman lain, membuat Agus bekerja di salah satu toko kain di Kota Pasuruan.

Saat pemilihan Gubernur 2018 lalu, Agus pun salat Istiharoh untuk memilih pemimpin bagi Jawa Timur. “Sebenarnya baik Gus Ipul dan Bu Khofifah, keduanya saya suka dan orang baik. Karena bingung, saya salat Istiharoh dan ternyata yang ditunjukkan adalah bu Khofifah,” terangnya. Sehingga saat itu dalam hati setelah memilih dan menang, Agus berNadzar ingin bertemu secara langsung dan mengucapkan selamat.

Dengan kesibukannya bekerja, dia kesulitan memenuhi nadzarnya. Apalagi kerjanya tidak ada libur, sehingga sulit rasanya untuk melakukan jalan kaki dari Kota Pasuruan ke Surabaya. Namun awal Juni lalu, Agus berniat resign dan saat itu bertekat, termasuk menuntaskan janji nadzarnya tersebut.

Sempat terbesit aksinya akan dicibir orang, lantaran beberapa waktu lalu ada yang melakukan aksi serupa tapi ternyata bohong. “Akhirnya saya mencoba meminta rekomendasi dari Pak Lurah. Dan ternyata diberi sehingga surat rekomendasi tersebut saya bahwa agar tahu bahwa aksi tersebut bukan untuk cari uang atau cari perhatian saja,” terangnya.

Aksipun dilakukan pada tangal 14 Juni pukul 06.30. Sebelumnya persiapan fisik dan istirahat cukup. Agus hanya membawa tas ransel yang berisi nasi bungkus, perangkat untuk salat dan keperluan pribadi. Yang mencolok adalah ada banner di depan dan belakang bahwa dirinya ingin bertemu Gubernur Jawa Timur. Termasuk memakai topi jerami yang merupakan khas nelayan.

Saat berangkat, memang banyak yang memviralkan di sosmed. Bahkan aksinya, dikatakan terkait Panggungrejo yang sering bermasalah kekurangan air. Agus mengatakan, aksinya sendiri adalah sebagai ucapan syukur dan mengucapkan selamat kepada Khofifah. “Terkait kesulitan air, memang dulu sering bermasalah, tapi Alhamdullilah bebeberapa bulan ini sudah baik. Tapi saya sampaikan semoga tidak ada kendala lagi,” terangnya.

Dengan jarak kurang lebih 70 kilometer, Agus sempat berhenti di Polsek Bangil, Masjid As Salam di Gempol, Polsek Gempol, Polsek Candi dan Polsek Waru. Setiap pemberhentian, Agus meminta tanda stempel bahwa sudah berada di sana.

“Untuk di Polsek Waru, bahkan diizinkan istirahat dan tidur disana. Baru keesokan harinya tanggal 15 Juni saya lanjut lagi sekitar pukul 05.30,” ceritanya.

Sekitar pukul 09.00, Agus sampai di Grahadi, Surabaya. Saat itu Gubernur memang sedang tidak ada di tempat lantaran di Jakarta. Namun Agus Salim diterima hangat staf di Grahadi. Termasuk menerima dengan makan siang dan sempat ditemukan dengan Dinas Cipta Karya.

“Karena viralnya aksi saya karena masalah air, karena itu sempat ditemukan dengan orang Dinas Cipta Karya. Saya sampaikan memang sebelumnya sering mati dan kotor air PDAMnya. Tapi Alhamdullah beberapa bulan ini sudah normal dan semoga dengan aksi ini tidak ada masalah lagi dan lebih diperhatikan,” terangnya.

Karena belum bertemu Gubernur, Agus rela menginap semalam di kamar tamu Grahadi. Baru keesokan paginya, dia diterima Khofifah Indar Parawansa. Lurah Panggungrejo Hermanto, sempat menyusul malam harinya dan ikut bertemu pada Minggu, 16 Juni lalu.

Agus merasa terharu akhirnya bisa bertemu dengan Gubernur Jaim dan mengucapkan selamat. Dia bertemu private,”Termasuk menanyakan latar belakang saya seperti orang tua, dan kenapa melakukan aksi seperti ini,” terangnya.

Spontan, Aguspun juga menyanyikan lagu Ya Maulana yang dipopulerkan oleh Nissa Sabyan. Sebelum pulang, Khofifah juga memberikan baju taqwa dan juga uang saku buat pulang kembali ke Kota Pasuruan.

Selepas aksinya, Agus mengatakan kian optimistis untuk memandang masa depan. Salah satunya sebagai atlet lari cepat saat SMA dulu ingin makin ditekuninya. “Saya ingin serius menekuni lari cepat, kemarin saat ke Grahadi, baik jalan juga lari dan semoga bisa berprestasi seperti Zohri,” pungkasnya. (eka/fun)