5 Komplotan Pencuri yang “Obok-obok” Tegalsiwalan Ditangkap, 2 Didor

KOMPLOTAN: Lima komplotan pelaku pencurian yang kerap beraksi di wilayah Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo saat dirilis (20/6). Dua di antaranya ditembak lantaran berupaya melawan. Sementara tiga pelaku lain masih buron. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TEGALSIWALAN – Rentetan sejumlah aksi pencurian di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, berhasil diungkap. Saat ini polisi telah berhasil mengamankan 5 komplotan pelaku. Polisi masih memburu tiga terduga pelaku lainnya.

Dari lima pelaku yang ditangkap itu, polisi “menghadiahi” dua pelakunya dengan timah panas. Itu, lantaran kedua pelaku memberikan perlawanan saat hendak ditangkap petugas. Dua pelaku yang kakinya tertembus timah panas itu adalah Slamet, 38, Desa Gunung Tengu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang dan Sules, warga Dusun Gunung Damai RT 1/RW 6, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Sementara tiga pelaku lainnya adalah Ahmad Fauzi alias Uzi, 20 dan Sapi alias Osnan, 45, keduanya tercatat warga Dusun Gunung Damai RT 1/ RW 6, Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Serta Ahmad Salim, 28, warga Dusun Kosambi, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Kamis (20/6), Polsek Tegalsiwalan merilis kasus komplotan pencurian di sejumlah lokasi kejadian itu. Kelima pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditangkap di waktu dan tempat berbeda.

Pengungkapan itu bermula dari patroli rutin yang digelar Rabu (12/6). Di jalan Dusun Curah Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, petugas mendapati Achmad Fauzi alias Uzi gerak-geriknya mencurigakan. Ia didapati membawa senjata tajam berupa celurit.

“Setelah dikembangkan, rupanya Fauzi telah melakukan pencurian hewan ternak berupa sapi dan motor. Oleh sebab itu, kami langsung kembangkan pada pelaku lainnya,” terang Kapolsek Tegalsiwalan AKP Ida Bagus Gede.

Dari nama Fauzi, polisi mendapat sejumlah nama lain komplotannya. Selanjutnya, menangkap Sules, Sapi, dan Slamet. Serta terakhir, menangkap Ahmad Salim. “Sules dan Slamet terpaksa ditembak oleh anggota lantaran melawan puetugas,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Hasil pengembangan polisi, kelima pelaku ini merupakan komplotan pencurian. Masih ada tiga pelaku lain yang kini tengah diburu polisi. Yakni, Al, Sh dan Sn, warga Desa Tigasan Wetan dan Tigasan Kulon, Leces. Komplotan ini diketahui melakukan aksi pencurian di sejumlah lokasi wilayah Kecamatan Tegalsiwalan. Aksi pencurian itu dilakukan dalam kurun tahun 2018 hingga 2019. Tiap melakukan aksinya, pelakunya berganti-ganti (selengkapnya lihat infografis).

Polisi juga menduga komplotan ini tak hanya beraksi di Tegalsiwalan. “Jadi, selain di Kabupaten Probolinggo, mereka juga bergerak di Lumajang. Makanya ini banyak juga yang menanyakan terkait dengan komplotan tersebut,” imbuh Bagus.

Saat dirilis, kelima pelaku enggan memberi penjelasan saat diwawancarai. Hanya para pelaku mengaku rata-rata diajak Fauzi saat beraksi. Saat ini polisi terus melakukan penyelidikan untuk menangkap tiga pelaku lainnya yang menjadi DPO.

Aparat kepolisian juga terus mengembangkan kasus itu. “Mulai dari DPO, barang hasil curian kemana, dan juga apakah ada komplotan lainnya,” terang Kapolsek. (rpd/mie)