PPDB SMA di Pasuruan-Probolinggo Ikut Dihentikan, Kelanjutannya….

KRAKSAAN– Keputusan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menghentikan sementara pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA sistem zonasi, langsung direspons daerah. Daerah otomatis menghentikan pendaftaran PPDB sejak Rabu (19/06) sesuai keputusan provinsi.

Di Kabupaten/Kota Probolinggo misalnya, pendaftaran PPDB SMA sistem zonasi ikut dihentikan. Hal itu seperti yang diutarakan Kresno Herlambang, kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo.

Menurutnya, pihaknya sudah mendengar keputusan Dispendik Jawa Timur yang menghentikan sementara pendafatran PPDB SMA. Karena sistem pendaftaran PPDB SMA dilakukan terpusat, maka secara otomatis pendaftaran PPDB se-Jatim ikut berhenti.

“Sistem pendaftaran PPDB itu kan terpusat. Kalau dihentikan sementara, otomatis se-Jatim juga off, berhenti” ujarnya singkat.

DIHENTIKAN DULU: Proses PPDB di salah satu SMA Kota Probolinggo pada Selasa lalu (18/6). Terhitung mulai Rabu (19/6) PPDB di Kota Mangga dihentikan. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Cabang dinas sendiri menurutnya, tidak bisa berbuat apa-apa menyikapi kondisi ini. Yang bisa dilakukan yaitu menunggu keputusan Kemendikbud setelah Gubernur Jatim berkonsultasi.

“Keputusannya bukan dari gubernur. Tetapi, langsung dari kementerian. Gubernur akan konsultasi dengan Kemendikbud. Jadi kami menunggu hasil konsultasi itu,” ujar Kresno.

Keputusan Dispendik Jatim sendiri menurutnya, tidak diumumkan secara khusus. Sebab, keputusan itu sifatnya mendadak. “Ini informasi mendadak, jadi tidak ada pengumuman secara khusus,” tandasnya.

Biasanya, menurut Kresno, nantinya semua kepala cabang dinas se-Jawa Timur diundang untuk membahas masalah yang ada. Yang jelas, menurutnya, kebijakan PPBD SMA sistem zonasi merupakan kebijakan yang berlaku nasional. Karena itu, jika hanya Jawa Timur yang berhenti, maka akan berimbas secara nasional.

Artinya, menurut Kresno, harus ada kebijakan baru untuk mengubah sistem PPDB SMA. “Kami mengikuti perkembangan per jam per detik. Jika nanti ini dihentikan, harus ada kebijakan yang baru. Kalau ada kebijakan baru, tentunya mulai dari nol lagi. Jadi, kami juga menunggu keputusan dari atasan, ” tandasnya.

PPDB SMA sendiri dibuka mulai 17 Juni lalu. Rencananya pada 21 Juni akan dilakukan proses daftar ulang. Namun, karena keputusan ini, pendaftaran PPDB dihentikan sementara.

 

TUNGGU KEPASTIAN: Proses PPDB di Pasuruan. (Dok. Radar Bromo)

Kondisi di Pasuruan

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan Kota dan Kabupaten Pasuruan Indah Yudiani berharap polemik yang terjadi atas PPDB sistem zonasi tak berkepanjangan. Pihaknya sejauh ini menanti keputusan Mendikbud tentang keberlanjutan pendaftaran PPDB SMA sistem zonasi.

“Memang ini kan sistem baru. Setelah ada warga yang mendatangi kantor gubernur tadi siang, saat ini dihentikan sementara untuk PPDB SMA,” ungkap dia.

Namun, memang pihaknya belum menerima edaran resmi dari Pemprov Jatim. Karena itu, daerah menunggu keputusan resmi tersebut.

“Kuncinya ada di Tim PPDB ITS. Kalau memang dihentikan sementara, harapannya dokumen-dokumen yang sudah tertata mulai awal itu tersimpan dengan baik sembari menunggu keputusan Menteri,” bebernya.

Di sisi lain, Indah mengaku pihaknya mengimbau semua kepala sekolah di Pasuruan untuk menyikapi hal ini secara bijak dan arif. Harapannya, jika ada wali murid yang mengadu, para kepala sekolah bisa memberikan pemahaman mengenai sistem tersebut.

“Pemerintah ingin mengakomodasi semua anak bangsa bisa sekolah. Yang mampu dan kurang secara ekonomi punya peluang yang sama. Dan yang terpenting menghapus istilah sekolah favorit,” tuturnya.

Dengan diterapkannya sistem zonasi, lanjut Indah, tidak ada lagi istilah sekolah favorit. Sebab, latar belakang pendidikan tenaga pendidiknya, fasilitas, materi pelajaran, dan kurikulumnya juga sama.

“Ini kan aturan berlaku nasional. Jadi, peraturan menteri ini berlaku se-Indonesia. Sehingga, siapapun tidak bisa menghapus begitu saja. Semuanya ter-SK-kan. Itu yang kami hormati,” tandasnya. (sid/tom/hn)