Potensi Tiap Kampung Masih Bisa Dikembangkan

PROBOLINGGO-Kota Probolinggo memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Hal itu terlihat saat tim juri Kampung Tematik melakukan kunjung lapang.

Dari sejumlah kunjungan, tim juri menemukan potensi di tiap kelurahan. Salah satunya yakni Kampung Artis (Arek Tisnonegaran). Kampung tersebut menyajikan kesenian tradisional, termasuk tari-tarian.

Lebih lagi, budi daya kesenian di kampung yang berada di Kelurahan Tisnonegaran itu sudah lama dikenal masyarakat. Bahkan, di kampung ini ada pengajaran tarian kesenian secara gratis. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Baik tarian kesenian Jaran Bodag, reog, Tari Glipang, dan lainnya.

Tak hanya Kampung Artis yang memiliki potensi. Kampung Sumber Wetan (Kansuwe) juga memiliki potensi wisata. Di kampung ini terdapat sumber air yang dikelola dengan baik oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Salah satu juri Kampung Tematik, Ikhsan Mahmudi menerangkan, kampung setempat berpotensi dikembangkan seperti wisata Wendit di Kota Malang. “Bila dikembangkan dan diberi fasilitas seperti di Wendit, bakal sangat menarik. Walaupun tak sebesar Selekta,” terangnya.

Sementara di Kampung Mebel, Kecamatan Kademangan, terdapat 15 kelompok perajin mebel. Mereka tersebar mulai di RT 1 hingga RT 5 di RW 6.

Kualitas mebel di kampung mebel ini pun tidak kalah dengan kampung Bukir di Pasuruan yang namanya sudah melegenda. “Selama ini jika berbicara mebel, maka yang terkenal adalah kampung Bukir di Pasuruan. Padahal, di Kampung Mebel (Kademangan) ini, kualitasnya juga tak kalah saing,” tambahnya.

Sementara di Kampung Waqaf, terlihat kreatifnya warga mengeloka sampah. Di kampung ini, sampah dijual, hasilnya diwakafkan ke masjid. “Jadi, warga sepakat untuk mengurangi sampah, khususnya sampah plastik. Sehingga, munculah ide tersebut. Jadi, sampah itu dikumpulkan dan dijual. Uangnya diwakafkan ke masjid,” bebernya.

Kampung Green Eco Garden serta Kampung Biolor (Bibit dan Olahan Kelor) yang dikunjungi kemarin juga tak kalah menariknya. “Jadi, untuk olahan kelornya itu beragam. Bahkan, ada bakso yang terbuat dari campuran kelor. Itu sangat bagus karena manfaat daun kelor sangat baik untuk kesehatan,” jelas Ikhsan.

Sementara di Kampung Gree Eco Garden, sejumlah pemandangan kolam ikan cukup menjanjikan. Sayangnya, kampung yang berada di Kelurahan Kanigaran ini masih minim pengamanan.

Sehingga, ikan -ikan yang dikembangkan, kerap diambili oleh anak-anak yang kruang bertanggung jawab. “Jadi, Lebaran lalu kan warga perumahan banyak yang mudik. Nah, saat balik ikanya banyak yang hilang,” jelas Ikhsan. (rpd/*)