Posting tentang Agama di FB, Warga Sumberasih Tuai Kontroversi

SUMBERASIH–Belakangan ini warganet di Probolinggo khususnya, ramai membicarakan posting-an sebuah akun facebook (FB). Yaitu, akun atas nama Ponco Suro. Akun ini dianggap mem-posting sejumlah pemahaman yang kontroversial.

Akun itu sendiri milik Ormat, 47, warga Dusun Bringin, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Akun Ponco Suro rajin mem-posting pemahaman-pemahaman tertentu.

Misalnya, posting-an tanggal 11 Juni; carilah fakta kebenaran, dari apa yang kau anggap benar, termasuk tentang tuhan.

Masih 11 Juni; alloh tdk akan mengampuni dosamu, kcuali kau yang mngampuni dosamu. 4 Juni; islam itu bukn ajaran, bukan ilmu, bukan pngetahuan, bukan hukum juga bukan agama. 31 Mei; dg dasar apa mengaku alloh itu tuhanmu.

Keresahan warga itu salah satunya disampaikan KH Jamaludin, tokoh agama setempat yang juga anggota dewan kehormatan PC NU Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, banyak warga yang mengaku resah akibat posting-an FB milik Ormat.

Terutama posting-an tentang agama. Yaitu, islam itu bukn ajaran, bukan ilmu, bukan pngetahuan, bukan hukum juga bukan agama.

Tidak hanya itu, warga juga resah dengan kegiatan yang dilakukan Ormat. Yaitu, sebuah kelompok pengajian yang diduga mengajarkan ajaran yang tidak sesuai dengan hukum Islam.

“Jika dia berani mem-posting di media sosial, berarti dia juga sudah mulai terbuka dengan ajaran yang ditengarai keluar dari roh Islam itu,” terangnya.

Karena itu, KH Jamaludin meminta agar pemilik akun diproses secara hukum. Sebab, sudah berani mem-posting hal yang berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). “Jadi kan posting-an itu sudah tidak benar. Harusnya dia (Ormat) juga terkena sanksi hukum,” tandasnya.

Seorang teman Ormat yang enggan disebut namanya, menegaskan hal serupa. Lelaki berumur 42 tahun itu mengaku teman sepermainan dengan Ormat.

Menurutnya, Ormat memang punya pemahaman berbeda tentang agama. Karena itu, meski teman bermain, dirinya tidak pernah follow akun FB milik Ormat. Bahkan, warga Pohsangit Leres itu tidak pernah like.

Namun, dia menegaskan, warga sekitar di rumah Ormat tidak ada yang resah. “Warga sih cuek saja dengan dia. Pengajiannya juga biasa. Hanya memang, posting-annya itu yang kemudian membuat geger. Terutama posting-an soal agama itu,” katanya.

Radar Bromo juga berhasil mengonfirmasi Ormat. Saat ditemui di rumahnya, Ormat mengakui posting-annya mengundang kontroversi. Namun, sebenarnya kontroversi yang terjadi menurutnya hanya dikarenakan ada perbedaan sudut pandang.

Karena itu, Ormat membantah bahwa yang dia sampaikan mengajarkan aliran sesat atau sejenisnya. Terlebih lagi, tidak ada bukti yang kuat mengenai hal tersebut.

Tentang sejumlah postingan yang dia buat, Ormat mengaku ada makna tersendiri. Seperti, islam itu bukn ajaran, bukan ilmu, bukan pngetahuan, bukan hukum juga bukan agama.

Artinya, sebelum zaman Nabi Muhammad, yakni pada zaman Nabi Adam, Islam itu sudah ada. Sehingga, Islam itu bukan ajaran atau ilmu. Karena sudah ada sejak zaman dahulu.

Termasuk bukan agama, sebab mulai dulu Islam itu sudah ada. Barulah pada zaman Nabi Muhammad, Islam itu menjadi agama. Kendati demikian, Ormat mengakui dan tetap percaya pada Allah dan Alquran.

“Saya tetap percaya Tuhan. Mengenai perbedaan cara sudut pandang, itu hal yang biasa. Yang terpenting saya tidak berbuat atau bertindak yang menyebabkan kerusakan lingkungan, huru-hara, termasuk tidak merusak tatanan pemerintahan,” tandasnya.

Namun, Ormat paham ada yang memang tidak setuju dengan posting-annya. Bahkan, sudah ada yang melaporkan dirinya. Sehingga, Selasa (18/6) siang ada pihak kepolisian yang datang ke rumahnya.

“Kalau dak salah, ada anggota Polsek Sumbersih dan Polresta yang datang ke rumah dan saya jelaskan seperti apa yang saja jelaskan ke Mas,” tutur Ormat pada Jawa Pos Radar Bromo saat berkunjung ke rumahnya, Rabu (19/6) siang.

Radar Bromo juga mencoba mengonfirmasi Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi. Namun, perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu belum bisa dikonfirmasi. (rpd/hn)