Pemuda Mangkrengan Ditetapkan Tersangka Pencuri HP

HADAPI HUKUM: Muhammad Amin diamankan ke Mapolres Probolinggo Kota karena diduga mencuri HP, Selasa (18/6). Kemarin, dia sudah ditetapkan menjadi tersangka. (Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

KANIGARAN- Penyidik Polres Probolinggo Kota akhirnya menetapkan MA alias Muhammad Amin, 25, sebagai tersangka kasus pencurian. Pemuda asal Mangkrengan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, itu kini ditahan di Mapolres Probolinggo Kota.

MA disangka telah mencuri HP Oppo F9 milik temannya, Zainal Arif, 35. HP itu dibawa kabur tersangka dari rumah kontrakan korban di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Selasa (18/6).

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka dan saksi, MA telah mencuri HP milik korban. Karenanya, kini MA tetap ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. Dia disangka melanggar pasal 362 KUHP. “Tersangka ini terancam lima tahun penjara,” ujarnya.

MA diamankan polisi setelah tertangkap warga di Bunderan Gladak Serang, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (18/6) siang. Saat itu, dia ribut dengan Arif yang menjadi korban pencurian HP. Arif mengajaknya bertemu setelah mengetahui HP-nya raib dari rumahnya.

Sebelumnya, Senin (17/6), MA menginap di rumah Arif. Selasa (18/6) pagi, MA mendadak pergi dan HP korban juga lenyap. Karenanya, korban mencurigainya. Ketika bertemu di Bunderan Gladak Serang, MA mengakui telah mencuri HP korban. Namun, HP itu telah berada di teman tersangka.

Mendapati itu, korban marah dan membuat tersangka berusaha kabur. Sebelum kabur, istri korban meneriakinya maling. Sehingga, mengundang perhatian warga yang langsung mengamankan tersangka. Bahkan, sejumlah warga sempat berusaha menghakiminya.

Syukur, saat itu ada sejumlah polisi yang sedang melintas. Sehingga, tersangka diamankan ke Mapolres Probolinggo Kota. Setelah menjalani pemeriksaan, MA pun ditetapkan sebagai tersangka. Tak hanya itu, MA juga diduga melakukan penjambretan kalung pada Senin (17/6).

Disinggung mengenai itu, Nanang mengaku masih terus mendalaminya. Sebab, sejauh ini belum ada saksi yang mengarah kejahatan yang menimpa Aliya, 70. Senin (17/6), Aliya harus kehilangan kalung emas seberat 26 gram.

Warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu dijambret ketika menyapu di depan tokonya. Saat itu, pelaku mengendarai sepeda motor Satria FU. “Jika hanya dari pengakuanya saja, tersangka mengatakan tidak terlibat. Sehingga, kurang cukup bukti. Kecuali ada saksi yang melapor dan mengenali tersangka,” ujarnya.

Nanang memastikan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Terutama, terkait dengan keterlibatan tersangka dalam aksi kejahatan lainnya. “Sejauh ini belum ada saksi yang melapor kepada kami terkait aksi penjambretan itu. Makanya untuk mengarah ke sana, belum cukup bukti,” ujarnya. (rpd/rud)