Lanjutan Revitalisasi Pasar Kronong Tunggu Proses Ini

MAYANGAN-Setelah sempat mangkrak, revitalisasi Pasar Kronong, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dipastikan akan dilanjutkan tahun ini. Meski sejauh ini belum dipastikan kapan akan mulai digarap. Sebab, proyek lanjutan yang dianggarkan Rp 850 juta itu belum ditender.

Rencananya, tender akan digelar paling lama sepekan lagi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi. Menurutnya, sejauh ini belum dilakukan tender karena berkasnya yang sudah masuk ke Unit Layanan Pangadaan (ULP) dikembalikan.

Kini berkas yang dikembalikan itu, menurut Gatot, sudah disempurnakan. Bahkan, sudah diserahkan kembali ke ULP pekan lalu. Berkas itu dikembalikan ULP karena belum lengkap. Pihaknya belum memasukkan biaya keselamatan kerja. “Katanya biaya keselamatan kerja itu harus tercantum. Itu, aturan baru. Sudah kami penuhi dan sudah kami kembalikan,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya memastikan, berkas yang diperbaiki tidak ada masalah lagi. Kini, tinggal menunggu proses tender yang rencananya akan digelar pada pekan depan. Jika jadwalnya tidak meleset, diperkirakan pembangunan pasar daerah ini akan dimulai bulan depan.

Pembangunan tahap kedua yang sempat tertunda setahun itu akan selesai tahun ini. Pasar ini direncanakan akan diresmikan oleh wali kota pada awal 2020. “Jika tidak ada kendala, pembanguannya selesai tahun ini. Kalau sudah selesai, awal 2020 akan ditempati. Pedagang yang direlokasi ke tempat parkir terminal kargo akan dikembalikan,” ujar Gatot.

Ia yakin, pembangunannya selesai tahun ini. Sebab, hanya tersisa 20 persen. Sedangkan, 80 persennya sudah digarap pada 2017. Pekerjaan yang akan diselesaikan tahun ini berupa atap bedak di sisi timur dan sebagian di sisi utara. Kemudian, ada pemasangan rolling door, pagar, pembangunan los di belakang bedak atau lapak, serta pengecatan. “Hanya pekerjaan itu yang belum selesai,” ujar Gatot.

Revitalisasi Pasar Kronong ini telah direncanakan sejak 2016. Namun, pembangunan sempat tertunda dan baru bisa digarap pada 2017. Saat itu, pelaksana mengajukan penawaran Rp 1,4 miliar. Namun, ternyata tidak merampungkan 100 persen. Pelaksana hanya menyelesaikan 80 persen.

Tahun kemarin, DKUPP Kota Probolinggo berencana meneruskannya dengan anggaran Rp 200 juta. Namun, tidak jadi. Sehingga, dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp 850 juta. (rpd/rud)