Duh, 303 Desa/Kelurahan di Kab Pasuruan Belum Bebas BAB Sembarangan  

BANGIL–Pemkab Pasuruan masih punya banyak pekerjaan rumah untuk mewujudkan sebagai wilayah bebas buang air besar (BAB) sembarangan. Sebab, saat ini baru sebagian kecil desa dan kelurahan di wilayah setempat yang menyandang Open Defecation Free (ODF) atau bebas BAB sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Agung Basuki mengakui, belum seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan menyandang ODF. Baru 62 desa/kelurahan yang berstatus ODF.

Padahal, di Kabupaten Pasuruan terdapat 365 desa/kelurahan. Artinya, masih ada 303 desa/kelurahan yang masyarakatnya masih suka buang air besar sembarangan.

Menurut Agung, kondisi itu dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, infrastruktur yang kurang menunjang. Sehingga, masyarakat memilih untuk buang air besar di lokasi seadanya, seperti di sungai.

Infrastruktur, memang bukan menjadi satu-satunya faktor. Karena BAB sembarangan, juga dipengaruhi kebiasaan. “Jamban sehatnya ada. Tapi, masih ada yang buang air besar di sungai misalnya. Karena pengaruh kebiasaan,” jelasnya.

Hal inilah yang harus “diperangi” pemkab setempat. Selain pemberian penyadaran kepada masyarakat, juga mendorong pembangunan-pembangunan jamban di masyarakat dengan melibatkan banyak pihak.

“Selain sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat, juga mendukung pembangunan jamban-jamban sehat di rumah-rumah warga,” sambung dia.

Meski belum sepenuhnya desa menyandang ODF, namun jumlahnya terus bertambah. Pada 2018 lalu misalnya, kawasan ODF hanya berada di 27 desa/kelurahan.

“Sekarang (tahun ini) sudah 62 desa/kelurahan. Jumlah itu, bertambah dan terus kami pacu untuk bertambah agar kawasan Kabupaten Pasuruan benar-benar bebas BAB sembarangan,” paparnya. (one/mie)