BPBD Belum Distribusikan Air Bersih meski Sudah Masuk Musim Kemarau

BANGIL– Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan mulai dilanda kesulitan air bersih. Meski begitu, pendistribusian air bersih di sejumlah kawasan yang kesulitan, belum dilakukan hingga kini.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengaku, sudah menerima sejumlah laporan tentang kesulitan air bersih. Laporan itu diterimanya dari kecamatan-kecamatan yang daerahnya memang rentan kekeringan.

Seperti wilayah Pasrepan, Winongan, dan Lumbang. “Kami sudah menerima laporan adanya kesulitan air di beberapa kecamatan,” kata Bakti.

Hanya saja, pendistribusian air bersih belum dilakukan hingga sekarang. Sebab, pihaknya masih melakukan assessment ke lokasi-lokasi yang mengalami kesulitan air bersih. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau ketersediaan air di wilayah sekitar.

“Apakah masih ada sumber air atau tidak. Hasilnya, nanti kami laporkan ke pimpinan untuk kemudian dilakukan tindak lanjutnya. Termasuk penyaluran air bersih,” sambungnya.

Menurut Bakti, kesiapsiagaan terhadap ancaman krisis air bersih memang dilakukan pihaknya. Mengingat, beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pasuruan memang rentan kekeringan saat musim kemarau datang.

Dari pemetaan BPBD, ada 23 desa yang rawan mengalami krisis air bersih. Sebanyak 23 desa itu tersebar di tujuh kecamatan. Mencakup Kecamatan Lekok, Lumbang, Pasrepan, Grati, Winongan, Puspo, dan Kejayan.

“Kami memang belum tetapkan bencana krisis air untuk wilayah Kabupaten Pasuruan. Tapi, kesiapsiagaan adanya ancaman kriris air, mulai kami lakukan,” terangnya. (one/mie)