Anak yang Dihamili Ayah Kandungnya Sempat Diboyong ke Bali

GADING – Bunga, korban persetubuhan yang dilakukan oleh MD, ayahnya sendiri, ternyata melahirkan di luar Kabupaten Probolinggo. Korban diketahui melahirkan anaknya di pulau dewata. Sebelumnya, MD yang berasal dari Kecamatan Gading, memang sempat memboyong keluarganya ke Bali. Begitu setelah melahirkan, Bunga dipulangkan.

Hal itu disampaikan oleh salah seorang warga. Menurutnya, korban yang telah hamil empat bulan itu, diboyong ke Bali bersama ibunya. “Mereka dibawa kesana. Tapi tidak tahu mereka kesana untuk apa, ” ujarnya saat dikonfimasi.

Sumber tersebut juga menjelaskan, bahwa korban berada di Bali hingga melahirkan. Setelah melahirkan, korban kemudian pulang bersama dengan keluarganya. Saat itu, belum diketahui bahwa MD lah yang menghamili anaknya. Saat itu, keluarga besar Bunga menduga, korban yang masih duduk di bangkus kelas tiga SMP itu, dihamili pacarnya.

Namun, saat ditanya keluarga siapa nama pacarnya tersebut, Bunga enggan menjelaskan. Sehingga, siapa yang menghamili korban masih kabur dan tidak jelas. “Korban tidak jujur dengan keluarganya. Keluarganya mengira korban hamil akibat berhubungan intim dengan pacarnya,” tandasnya.

Baru setelah kepulangan dari Bali itulah, keluarganya mengetahui bahwa korban hamil oleh ayahnya sendiri. Ketika itu ibu Bunga mengetahui sendiri bahwa korban disetubuhi yang kesekian kalinya oleh MD. Karena itu, ia kemudian langsung menanyai anaknya hingga menjawab dengan jujur.

Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto. Menurutnya, korban memang pernah diajak ke Bali oleh ayahnya. Kasus tersebut terbongkar setelah kepulangan ketiganya dari Bali.

“Jadi, pelaku (MD) ini mengajak istrinya, dan juga korban (Bunga) ke Bali. Setelah pulang itu ibunya mengetahui dan langsung melaporkan ke kami, ” katanya.

ILUSTRASI: Bayi. (Foto dok)

Saat ini, kasus tersebut masih terus ditangani oleh pihak kepolisian. Pelaku sendiri ditahan di mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian saat ini masih terus memintai keterangan dari pada saksi. “Masih kami dalami. Kami memintai keterangan saksi,” jelasnya.

Atas kasus tersebut, pihak kepolisian menjerat pelaku dengan pasal 76D jo pasal 81 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.”Pelaku terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Selain berhasil mengamankan pelaku, kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa Baju kaos lengan pendek warna hitam dan Sarung warna hijau yang di gunakan tersangka pada saat kejadian,” kata Riyanto.

Sebelumnya, MD, ditangkap oleh pihak kepolisian lantaran menyetubuhi anaknya sendiri. Pelaku menyetubuhi SF berulang kali tanpa sepengetahuan istrinya hingga hamil dan melahirkan. Akibatnya, pelaku harus mendekam di balik jeruji besi. (sid/fun)