Soal Rencana Proyek PRIM Tongas-Bromo, Temukan Lahan Dipakai Warga

LUMBANG – Proyek Provincial Road Improvement Maintenance Project (PRIM) jalan Tongas-Bromo, masih belum dikerjakan. Selasa (18/6), Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten masih tahap konsultan publik di Kecamatan Lumbang untuk memberikan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar pengerjaan proyek Prim.

UJI PUBLIK: Suasana saat konsultan publik digelar di Kecamatan Lumbang, Selasa (18/6). (Foto: istimewa)

Dalam konsultan publik itu, Pemkab Probolinggo juga memaparkan soal batas lahan milik jalan. Dimana, di sepanjang jalan Tongas-Bromo, masih ditemukan lahan jalan yang digunakan oleh warga. Salah satunya, di wilayah Kecamatan Lumbang, ada lahan jalan yang dibangun tempat parkir mobil warga.

Hal itu disampaikan Kabid Pekerjaan Umum Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Asrul. Saat dikonfirmasi, Asrul mengatakan, proyek Prim masih dalam tahap konsultan publik. Bulan lalu pihaknya sudah melaksanakan konsultan publik untuk wilayah Kecamatan Tongas.  kemarin, giliran kecamatan Lumbang. ”Dijadwalkan besok (hari ini, Red) konsultan publik di kecamatan Sukapura,” ujarnya.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Asrul mengatakan, dalam konsultan publik itu masyarakat yang berada di sekitar jalan pengerjaan proyek Prim diberikan pemahaman. Mulai dari batas pengerjaan, kegiatannya dan manfaatnya. ”Kami adakan konsultan publik untuk memberikan penjelasan pada masyarakat kegiatan proyek prim ini seperti apa,” katanya.

Disinggung apakah ada lahan warga yang harus dibebaskan dan diberikan ganti rugi dalma proyek prim tersebut? Asrul mengungkapkan, tidak ada. Justru ada lahan milik jalan yang digunakan oleh warga. Nah, kondisi itu harus dipahami oleh warga untuk dikembalikan fungsinya sebagai lahan jalan. warga pengguna lahan jalan itu itu, tidak dapat diberikan ganti rugi.

”Ada satu dua lahan jalan yang dimanfaatkan oleh warga. Dibangun untuk tempat parkir mobil dan lainnya. Kami sudah temui langsung dan difasilitasi kepala desa untuk dikembalikan fungsinya. Yaitu untuk jalan, salah satunya drainase tepi jalan,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, proyek Prim jalan Tongas-Bromo sepanjang kurang lebih 37 kilometer, akan dibagi dalam 7 koridor. Ketujuh ruas jalan kabupaten itu, antara lain Ruas Jalan Tongas–Lumbang (R.01); Ruas Jalan Lumbang–Lambang Kuning (R.03); Ruas Jalan Lumbang-Madakaripura (R.105); Ruas Jalan Sukapura–Lambang Kuning (R.60); Ruas Jalan Sukapura–Ngadisari (R.05); Ruas Jalan Ngadisari–Cemoro Lawang (R.06) dan Ruas Jalan Ngadisari–Laut Pasir (R.25).

Selama 3 tahun, jalan akses Bromo Tengger Semeru (BTS) akan disokong Prim. Estimasi anggarannya mencapai Rp184 miliar. Pemerintah Australia melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), akan membantu Rp 70 miliar. (mas/fun)