PPDB SMPN Dimulai Bulan Depan, Sekolah yang Online Jumlahnya Segini

KRAKSAAN – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020 untuk tingkat SMP di Kabupaten Probolinggo akan dibuka Juli mendatang. PPDB tersebut baik online atau ofline akan dibuka dengan menggunakan zonasi. Pembagian zonasi di Kabupaten Probolinggo sudah berjalan kali ketiga.

Secara resmi PPDB untuk jenjang SMP dimulai 1 hingga 4 Juli 2019. Selanjutnya verifikasi dan validasi dilaksanakan pada 5, 6 dan 8 Juli 2019 dan pengumumannya tanggal 9 Juli 2019. Dengan mekanisme zonasi tersebut, siswa yang masuk dalam zonasi di wilayah terdekat dengan lembaga SMP berdasarkan KK (Kartu Keluarga).

“Setelah ada pengumuman akan dilanjutkan dengan daftar ulang tanggal 10 hingga 12 Juli 2019 dan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tanggal 13 Juli 2019. Hari masuk aktif tahun pelajaran 2019/2020 dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli 2019,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat Priyo Siswoyo.

Menurut Priyo, ketentuan terkait PPDB diatur dalam Surat Keputusan Bupati Probolinggo Nomor: 420/369/426.32/2019 tanggal 5 April 2019 lalu Tentang Penetapan Zonasi. Di dalam peraturan itu, diatur juga mengenai jumlah Rombongan Belajar, Jumlah Peserta Didik Dalam Satu Rombel Satuan Pendidikan Dasar Negeri Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020.

“PPDB dengan sistem zonasi ini bertujuan untuk mendekatkan siswa dengan sekolah. Juga memeratakan mutu pendidikan serta mempermudah pelayanan pendidikan,” jelasnya.

Untuk tahun pelajaran 2019/2020, PPDB jenjang SMP menggunakan sistem online dan offline. PPDB sistem zonasi ini akan diberlakukan pada 74 lembaga SMP negeri. Dengan jumlah rombongan belajar (rombel) sebanyak 250 rombel dan total pagu siswa mencapai 7.930 siswa. “Tiap lembaga SMP negeri memiliki pagu yang tidak sama. Dan untuk tahun ini ada 24 SMPN yang menerapkan PPDB online,” terangnya.

Priyo menegaskan PPDB sistem zonasi ini didasarkan kepada jarak sekolah dari tempat tinggal siswa, umur, pendaftaran dan nilai SHUN (bila ada). Untuk zonasi, kuotanya sebesar 90 persen dari kuota rombel, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur kepindahan tugas orang tua.

“Dengan adanya penerapan PPDB sistem zonasi ini diharapkan agar pelayanan pendidikan di Kabupaten Probolinggo bisa merata. Selain itu, para orang tua tidak cemas dalam menyekolahkan anaknya. Serta semua anak dapat terlayani pendidikannya dengan layanan yang dekat dari tempat tinggalnya,” harapnya.

Mengenai dampak Zonasi, menurut Priyo, setiap kebaruan pasti berdampak. Namun, karena daerahnya telah menggunakan sistem zonasi tiga tahun terakhir maka tidak begitu ramai seperti didaerah lainnya. Menurutnya, saat ini didaerah cenderung kondusif.

“Yang ramai itu saat awal dulu. Banyak yang menyayangkan dan banyak pula yang mengeluh. Tetapi sekarang sudah menerima semua,” ungkapnya. (sid/fun)